JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan bank emas pertama di Indonesia, sebuah inisiatif revolusioner yang bertujuan mengoptimalkan ekosistem emas nasional.
Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produksi emas dalam negeri yang selama ini dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.
Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menyambut baik terobosan ini. Ia menyoroti potensi besar Indonesia dalam industri emas, mengingat cadangan emas nasional yang berada di peringkat keenam dunia.
Namun, rendahnya produksi emas batangan—hanya sekitar 78 ton per tahun—menunjukkan adanya kesenjangan besar yang perlu segera diatasi.
“Dengan adanya bank emas, kita bisa memperkuat ekosistem emas nasional dan mendorong perekonomian ke arah yang lebih baik. Kita punya sumber daya emas yang melimpah, jadi kenapa harus bergantung pada pengolahan luar negeri?,” ujar Kawendra dalam keterangan yang diterima Holopis.com, Jumat (28/2).
Bank emas ini juga diharapkan menjadi katalisator kolaborasi antara PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Freeport Indonesia. Sinergi ini bertujuan meningkatkan nilai tambah emas dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk tambang impor.
“Kolaborasi adalah kunci. Jika industri emas kita terintegrasi dengan baik, Indonesia tidak hanya memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing di kancah global,” tambah Kawendra.
Langkah strategis ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dan berdaya saing tinggi di pasar internasional.

