JAKARTA – Bencana banjir bandang melanda pemukiman warga yang ada di Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu (2/2) itu menyebabkan korban jiwa.
“Dilaporkan 6 (enam) jiwa hilang dan 7 (tujuh) rumah hanyut dari kejadian ini,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Senin (3/2).
Abdul tidak merilis lebih lanjut mengenai identitas korban yang dinyatakan hilang tersebut.
Abdul kemudian hanya memastikan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, TNI/Polri, dan Basarnas fokus pada pencarian korban hilang.
Sementara itu, banjir rob juga terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat tepatnya di Kabupaten Sumbawa. Bencana yang terjadi sejak beberapa hari lalu itu menyebabkan setidaknya sebanyak 478 rumah di Kecamatan Tarano, dan 130 rumah di Kecamatan Labuhan Badas terdampak.
“Selain itu dilaporkan tanggul di wilayah pesisir jebol sepanjang 275 meter, akses jalan utama desa terendam serta penginapan yang berada di wilayah pesisir terendam,” ujarnya.
Kendati demikian, Abdul memastikan bahwa kondisi air telah surut dan warga bersama petugas telah melakukan pembersihan rumah serta pembuatan tanggul sementara.
Badan Meteolorogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kemudian telah merilis peringatan dini cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur tgl 03 Februari 2025 pukul 08:30 WITA berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 08:50 WITA di Kabupaten Manggarai Barat: Komodo dan dapat meluas ke wilayah Kabupaten Manggarai Barat seperti Sano Nggoang, Boleng, dan Mbeliling
Merujuk peringatan dini dan potensi gelombang tinggi tersebut, Abdul mengimbau masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan dan upaya mitigasi.
“Kepada masyarakat di wilayah rawan bencana, agar mempersiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air, pakaian, serta obat-obatan. Ikuti arahan petugas yang berada di lapangan dan pastikan keselamatan diri dan keluarga tetap menjadi prioritas,” imbaunya.
“Sementara bagi pemerintah daerah diimbau untuk waspada, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari dua jam, Pemda dapat mengupayakan evakuasi sementara warga yang tinggal di lereng tebing maupun bantaran sungai,” sambungnya.


