Gaikindo Serahkan Strategi Penjualan Sepenuhnya ke APM di Tengah Kenaikan PPN 12 Persen

0 Shares

JAKARTA – Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), berharap naiknya PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menjadi 12 persen tidak berdampak terhadap penjualan di sektor otomotif.

Biarpun begitu, Gaikindo tetap menghormati keutusan yang sudah diambil oleh pemerintah.

“Mudah-mudahan tidak terlalu berdampak terhadap penjualan otomotif di Indonesia,” ujar Ketua Gaikindo, Jongkie Sugiarto dalam keterangan yang dikutip Holopis.com, Minggu (17/11).

Guna menghadapi hal tersebut, Gaikindo menyerahkan sepenuhnya strategi penjualan kepada APM (Agen Pemegang Merek) agar penjualannya tetap terjaga.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada para APM untuk menentukan strategi penjualannya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memastikan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen akan berlaku mulai Januari 2025 mendatang.

- Advertisement -

Dia menegaskan, pemberlakuan kenaikan tarif PPN tersebut telah sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

“Sudah ada UU, nya kita perlu siapkan agar itu bisa dijalankan. Tapi dengan penjelasan yang baik sehingga kita tetap bisa,” kata Sri Mulyani saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR, pada Rabu (13/11).

Bendahara itu membantah, bila kenaikan PPN menjadi sebesar 12 persen ini sebagai suatu langkah yang membabi buta. Dia berkilah, bahwa hal ini merupakan langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas keuangan negara

“Bukannya membabi buta, tapi APBN memang tetap harus dijaga kesehatannnya,” tegasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU