Diberikan Kesempatan Hidup
Peraih rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dengan kategori Siaran Radio Terlama ini bersyukur masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan hidup oleh Tuhan. Cerita itu dia sampaikan karena sempat lupa meletakkan surat wasiat yang siap menjadi bukti akhir hidupnya.
Gofar saat di akhir-akhir menjelang keputusannya mengakhiri hidup mendadak ditelepon oleh ibunya. Ia mengatakan bahwa sang ibu usai shalat dan langsung menghubunginya. Kalimat yang pertama kali ia dengar dari sambungan telopon tersebut ternyata bukan salam pada umumnya, melainkan langsung semangat agar dirinya tetap bertahan, sebab ibunya akan selalu berada di sampingnya untuk memberikan dukungan moril penuh.
“Tiba-tiba bunyi telepon, abis sholat nangis. Gofar jangan menyerah, tiba-tiba ngomong gitu, awal telepon bukan halo. Mama biar bagaimana pun selalu di samping Gofar,” terang Gofar.
Momentum itulah yang membuat dirinya membatalkan segala niat buruknya untuk bunuh diri dan kembali siap menatap hidup untuk melewati semua masalah berat yang ia hadapi. Hingga akhirnya setelah itu, ia memutuskan untuk mendatangi psikiater agar bisa sembuh.
“Makanya saat itu gua sangat bersyukur pada hidup gua, makanya dari situ gua pergi ke psikiater, karena gua tahu gua sedang tidak baik-baik saja,” jelasnya.
Dibantu “The Real Friend”
Dari kasus itu, mantan pacar Putri Tanjung tersebut akhirnya bisa belajar banyak. Salah satunya adalah pandangannya terhadap konsep pertemanan. Ia merasa bahwa di saat kondisinya yang sangat terpuruk, justru teman-teman dan mitra bisnis yang selama ini dianggapnya sebagai the real friends malah paling awal meninggalkannya.
Bahkan ia sempat merasa kecewa mengapa teman-teman dekatnya justru mengambil langkah sendiri dan ikut berada di pihak pemfitnah tanpa harus melakukan klarifikasi kepadanya secara langsung. Padahal seharusnya mereka bisa untuk telepon dan mendengarkan penjelasan lengkap darinya.
Justru saat berada di kondisi sangat terpuruk, ia malah dibantu oleh orang-orang yang bukan berada di lingkarannya. Mereka adalah teman-teman lama, dan bahkan ada juga dari orang yang ternyata sangat ia benci selama ini. Terkait sosok yang ia pernah benci namun justru membantunya menguatkan diri tak dapat ia sebutkan.
Oleh sebab itu, saat ini dirinya pun sudah merasa sangat perlu memfilter circle pertemanannya. Termasuk ketika berteman dan berbisnis. Dua aspek itu akhirnya dipahami Gofar memang tidak bisa menjadi satu kesatuan. Bagi Gofar, pertemanan dalam bisnis bukanlah pertemanan yang sesungguhnya, kecuali mereka akan tetap berada di sampingnya dalam kondisi apa pun.
“Yang menyelamatkan gua adalah orang yang nggak gua sangka-sangka. Teman-teman SMA, Rico (Rico Lubis), Wanda (Mahesa Yuwanda), mereka hadir. Dan bahkan orang yang gua benci,” terang Gofar.

