HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mantan penyiar radio Hard Rock FM, Gofar Hilman mengaku pernah nyaris mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri (bundir) gegara depresi atas kasus tudingan pelecehan seksual yang disampaikan oleh wanita yang bernama Syerin.
Diakui Gofar, kasus tersebut adalah ujian yang paling besar di dalam hidupnya selama ini. Bahkan ia mengaku sudah menyiapkan surat wasiat dan lokasi eksekusi bunuh dirinya.
“Gua udah menyiapkan tempat, udah menyiapkan alat, udah menyiapkan surat. (Tulisannya) gua nggak bersalah, gua cuma lelah,” kata Gofar dalam podcast Denny Sumargo yang dikutip oleh Holopis.com, Rabu (9/10).
Alasan mengapa ia merasa sedepresi itu, karena dalam menghadapi kasus tersebut, dirinya sudah berada di titik paling rendah dalam kehidupannya. Pekerjaan yang harus bungkus, program kerja yang akan berjalan terpaksa dihentikan. Gofar mengaku kerugian materilnya sudah sampai menyentuh angka miliaran rupiah.
Kemudian bisnis Lawlessnya pun terpaksa ia tinggalkan karena manajemen perusahaan F&B tersebut memecatnya karena khawatir terdampak cancel culture yang saat itu tengah menghantam dirinya pribadi.
Bahkan setelah ia keluar dari Hard Rock FM, ia sempat melakukan kontrak kerja dengan Prambors, yang akhirnya terpaksa batal sebelum mulai karena sentimen negatif publik kepada perusahaan media berbasis radio tersebut.
Tak sampai itu saja, ia terpaksa menjual asetnya untuk bisa bertahan hidup dan membiayai bisnis pribadinya. Setidaknya, 6 (enam) unit mobilnya harus terjual untuk menutupi kebutuhan ekonomi dan para karyawannya.
Di sisi lain, Gofar merasa akan ada upaya persekusi yang dialaminya karena kasus tersebut. Apalagi ia pun dicap sangat buruk oleh masyarakat. Depresi ini yang membuatnya berada di titik terendah dan sempat membuatnya berpikir untuk menyudahi hidupnya.
Tak Tega Lapor Balik
Saat ditanya mengapa dirinya tidak melakukan fight back kepada penudingnya itu, Gofar menjawab bahwa masih ada ego sektoral yang ada di dirinya sehingga tak melaporkan balik. Ia tak tega dengan nasib wanita tersebut, bahkan keluarganya jika sampai upaya hukum balik ia lakukan.
“Sentimentil gua kepada dia dan keluarganya. Gua tersentuh, nggak sampai hati,” tegasnya.
Hal ini disampaikan karena sampai dengan saat ini pun, ia merasa tidak bersalah dan melakukan apa yang dituduhkan kepadanya. Bahkan sampai kasus ini menguap begitu saja, tak ada bukti konkret yang membenarkan bahwa dirinya melakukan itu kepada wanita bernama Syerin tersebut.

