Selasa, 18 Juni 2024
BerandaNewsEkobizKurban Bawa Berkah, Potensi Ekonominya Capai Rp 28,2 Triliun

Kurban Bawa Berkah, Potensi Ekonominya Capai Rp 28,2 Triliun

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Lembaga riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memproyeksi potensi ekonomi atas kegiatan kurban di Indonesia mencapai Rp 28,2 triliun. Angka itu didapat dari asumsi 2,16 juta pekurban.

Jangan Lupa Berkurban !Cari Hewan Kurban Kuy Bareng Holopis.com

“Dari 2,16 juta keluarga muslim berdaya beli tinggi yang berpotensi menjadi shahibul qurban,” kata Peneliti IDEAS, Tira Mutiara dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Holopis.com, Sabtu (8/6).

Proyeksi tersebut naik dari tahun lalu yang diestimasikan mencapai Rp24,5 triliun dari 2,08 juta orang pekurban. Dengan demikian, terdapat kenaikan sekitar 80 ribu pekurban di tahun ini.

Adapun kebutuhan hewan kurban terbesar pada tahun ini, kata Tira, adalah kambing-domba sekitar 1,21 juta ekor. Sedangkan sapi-kerbau sekitar 587 ribu ekor.

Adsense

Dengan asumsi berat kambing-domba antara 20-80 kg dengan berat karkas 41 persen serta berat sapi-kerbau antara 250-750 kg dengan berat karkas 57 persen, maka potensi ekonomi kurban 2024 dari sekitar 1,79 juta hewan ternak ini setara dengan 117,2 ribu ton daging.

“Walaupun secara umum mengalami kenaikan, namun jika kita melihat data masyarakat muslim yang berpotensi menjadi pekurban kambing-domba dengan bobot 20-40 kg per ekor turun sekitar 7 persen dari 734 ribu menjadi 709 ribu pekurban,” ungkap Tira.

Menurut Tira, kondisi ekonomi saat ini dengan banyaknya fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tingginya pengangguran menyebabkan pendapatan kelas menengah-bawah mengalami stagnansi bahkan penurunan signifikan.

Karena hal tersebut, kata dia, masyarakat yang mampu berkurban tahun lalu kemungkinan tidak mampu lagi untuk bekurban pada tahun ini.

“Secara kontradiktif kami menemukan adanya kenaikan pekurban sapi-kerbau dengan berat sekitar 750 kg per ekor, yang rata-rata berasal dari masyarakat kelas terkaya naik sekitar 21% dari 63,9 ribu menjadi 77,6 ribu pekurban,” tuturnya.

Tira menambahkan, fenomena turunnya pekurban masyarakat kelas menengah dan naiknya pekurban masyarakat kelas terkaya mencerminkan kesenjangan ekonomi yang semakin ekstrem di Indonesia.

Temukan kami juga di Google News
BERITA LAINNYA

Idul Adha, Harga Daging Sapi di Pasar Anjlok

Sejumlah bahan pangan pokok, khususnya harga daging sapi murni mengalami penurunan harga pada momen perayaan Idul Adha 1445 Hijriah yang jatuh pada hari ini, Senin 17 Juni 2024.

Airlangga Pastikan Tak Ada Anggaran Bansos untuk Korban Judi Online di APBN

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan tidak ada anggaran untuk keperluan bantuan sosial alias bansos bagi para korban judi online dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Prabowo Subianto Tidak Berencana Naikkan Rasio Utang RI

Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto dipastikan tidak pernah berencana untuk meningkatkan rasio utang negara hingga 50 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 - 2029

HOLOPIS FEEDS