HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak pihak Israel untuk sesegera mungkin melakukan gencatan senjata dengan Palestina. Hal tersebut diungkapkannya, tak lama setelah militer Israel kembali menyerang warga Gaza dan menyebabkan belasan orang tewas.
Sebelumnya diketahui, militer Israel dikabarkan kembali menyerang Palestina, kali ini Israel menyerang tenda pengungsian dekat Rumah Sakit (RS) Bersalin Al-Helal Al-Emirati, Rafah, Gaza.
Menurut kabar yang beredar, serangan itu dilancarkan Israel dengan menggunakan pesawat tak berawak alias drone. Akibatnya, sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dunia, dengan 50 orang lainnya mengalami luka.
Menilik insiden terbaru tersebut, Tedros pun mendesak Israel untuk melakukan gencatan senjata sesegera mungkin.
“Laporan bahwa tenda-tenda yang menampung pengungsi di Rafah dibom, dilaporkan menewaskan 11 orang dan melukai 50 orang, termasuk anak-anak, sungguh keterlaluan dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata,” ungkap Tedros, seperti dikutip Holopis.com dari Twitter/X @DrTedros.
“Di antara mereka yang tewas adalah dua petugas kesehatan. Petugas kesehatan dan warga sipil bukan merupakan target serangan, dan harus dilindungi setiap saat,” tambahnya.
“Kami mendesak Israel untuk gencatan senjata,” imbuhnya.
Reports that tents sheltering displaced people in Rafah were bombed – reportedly killing 11 people and injuring 50, including children – are outrageous and unspeakable.
Baca juga : 9 WNI Korban Penculikan Tentara Israel Tiba di Indonesia, Menlu Sugiono : Alhamdulillah !Among those killed are two health workers.
Health workers and civilians are #NotATarget, and must be…
— Tedros Adhanom Ghebreyesus (@DrTedros) March 2, 2024
Serangan terbaru itu, tak lama setelah insiden pembantaian warga Gaza saat mengantre bantuan makanan, pada Kamis (29/2) lalu, dimana disebutkan bahwa militer Israel melepaskan tembakan saat momen tersebut.
Insiden penembakan terhadap warga Gaza Palestina saat antre bantuan makanan itu pun menyebabkan sebanyak 112 orang tewas dan 750 lainnya luka-luka.
Kecaman pun datang dari dunia internasional, hingga masuk dalam draf resolusi di Dewan Keamana (DK) PBB, namun pada akhirnya gagal karena Amerika Serikat menggunakan hak vetonya, dan jadi satu-satunya negara yang tidak setuju dari 14 negara lain.
Serangan yang menewaskan 112 warga Gaza itu pun meragukan banyak pihak, perihal rencana yang kabarnya bakal ada gencatan senjata selama bulan Ramadan nanti.

