HOLOPIS.COM, JAKARTA – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyatakan bahwa dirinya akan merangkul semua pihak untuk bisa bekerja sama dalam membangun Indonesia. Ide rekonsiliasi itu disampaikan sebagai wujud dari ajaran yang didapatkannya dari sosok Joko Widodo.
“Sikap kenegarawanan yang diberikan Pak Jokowi dua kali saya dikalahkan tetapi tidak pernah ada bibit permusuhan, kedengkian, tidak ada hal yang negatif,” kata Prabowo dalam Apel Akbar TKN Muda di JCC Senayan, Jakarta Pusat pada hari Jumat (2/2) seperti dikutip Holopis.com.
Ia pun menceritakan di tahun 2019 lalu, di mana ia harus menelan kekalahan dari kontestasi Pilpres. Artinya, ia dua kali dikalahkan oleh Jokowi dalam kontestasi yang sama.
“Waktu dia menang (2019), beliau datang ke rumah saya, mengundang saya datang ke pelantikan beliau. Beliau mengalahkan saya yang kedua kalinya, beliau mengajak saya untuk bergabung, contoh seperti itu tidak ada dalam politik negara lagi lain,” ujarnya.
Dan diakui Prabowo, cara-cara seperti yang diajarkan oleh Jokowi inilah yang akan ia lakukan jika nanti terpilih menjadi Presiden, semua akan dirangkul untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara agar lebih maju lagi.
“Kontestasi yang keras tapi tidak sakit hati, beliau menjalakan ajaran nenek moyang kita menang tanpa menyakiti,” tandasnya.
Oleh sebab itu, ia memastikan akan merangkul semua pihak baik yang selama ini bersamanya mendukung pencapresan, maupun yang berlawanan sekalipun.
Saya mengikuti contoh beliau (Jokowi), bila menang maka saya akan merangkul semua kekuatan, saya akan membela, mengayomi, memperjuangkan hak-hak seluruh rakyat Indonesia, termasuk yang tidak memilih saya, termasuk yang tidak percaya dengan saya, saya akan memperjuangkan semuanya,” tegas Prabowo.
Karena bagi Prabowo, yang paling utama adalah bagaimana memastikan agar seluruh kekayaan alam Indonesia bisa dikelola dengan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Intinya adalah tugas kita menjaga, mengelola kekayaan kita agar dinikmati masyarakat Indonesia,” tukasnya.


