JAKARTA, HOLOPIS.COM – Serangan pasukan Rusia di kota Lysychansk telah menewaskan delapan warga sipil. Para korban tewas tertembak pasukan negara beruang merah saat sedang pergi keluar untuk mencari pasokan air pada Senin (27/6) waktu setempat.
Dikutip AFP, Selasa (28/6), serangan pasukan Rusia di Lysychansk terjadi menyusul aksi militer lainnya yang mengenai sebuah pusat perbelanjaan di pusat kota Kremenchuk dan serangan di kota Kharkiv, Ukraina bagian timur.
Para pejabat Ukraina pun kembali menuduh Moskow dengan sengaja menargetkan warga sipil dalam serangannya.
Lysychansk merupakan kota terbesar terakhir yang masih dikuasai Ukraina di Provinsi Luhansk. Pasukan Rusia diketahui mengalihkan serangannya ke kota itu setelah berhasil menguasai Sievierodonetsk, yang juga ada di Luhansk, pada akhir pekan.
“Hari ini di Lysychansk, Rusia menembaki kerumunan orang dengan peluncur roket mutipel Uragan, saat warga sipil sedang mengumpulkan air dari tangki,” kata Gubernur Luhansk, Serhiy Gaidai, dalam pernyataan via Telegram.
“Delapan warga tewas, 21 orang lainnya dibawa ke rumah sakit,” sebutnya.
Lysychansk dan Sievierodonetsk merupakan sister city yang dipisahkan oleh Sungai Siversky Donets. Kedua kota itu harus bisa direbut jika Rusia ingin sepenuhnya menguasai Donbas, yang terdiri atas Luhansk dan Donetsk.
Gaidai sebelumnya menyebut situasi di Lysychansk kini ‘sangat sulit’ dan mengimbau warga sipil untuk segera mengungsi. Tidak diketahui secara jelas jumlah warga sipil yang masih ada di kota tersebut, namun sebelum Rusia menginvasi Ukraina, dilaporkan sekitar 100.000 orang tinggal di Lysychansk.
Sebelumnya, serangan Rusia mengenai sebuah pusat perbelanjaan yang ramai di Kremenchuk pada Senin (27/6) waktu setempat. Sedikitnya 16 orang tewas dan lebih dari 40 orang lainnya mengalami luka-luka. Kementerian Pertahanan Ukraina menuduh serangan di Kremenchuk itu sengaja dilakukan pada jam-jam ramai agar menyebabkan jumlah korban maksimum.
Di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, sedikitnya empat orang tewas dan 19 orang lainnya, termasuk empat anak-anak, dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan Rusia. “Musuh secara sengaja meneror populasi sipil,” tuduh kepala administrasi wilayah Kharkiv, Oleg Synegubov.



💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!