Ada yang mempertanyakan cara Riza menampilkan tubuhnya, sementara lainnya menyarankan agar konten pribadi dan dakwah dipisahkan.
Bahkan, muncul komentar yang menyebut Riza sebaiknya tak lagi dipanggil ustaz.
Namun, pernyataan tersebut merupakan opini dan respons warganet terhadap konten yang beredar di media sosial.
Terlepas dari kritik tersebut, olahraga sendiri merupakan aktivitas positif untuk menjaga kebugaran.
Persoalannya, unggahan Riza Muhammad kemudian dibaca berbeda oleh publik karena statusnya sebagai figur agama.
Bagi sebagian pengguna media sosial, menunjukkan hasil latihan bukan sesuatu yang bermasalah selama dilakukan dalam batas yang dianggap wajar.
Namun, sebagian lainnya menilai figur publik, terlebih pendakwah, memiliki ekspektasi citra yang berbeda dibandingkan pengguna media sosial pada umumnya.
Perbedaan pandangan inilah yang membuat konten olahraga Riza Muhammad menjadi bahan perbincangan.
Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana aktivitas pribadi seorang figur publik bisa dengan cepat menjadi konsumsi publik ketika dibagikan melalui media sosial.
Untuk saat ini, sorotan terhadap Riza Muhammad terutama berasal dari respons warganet terhadap unggahan olahraga dan penampilan fisiknya.
Kritik maupun komentar yang beredar di media sosial tersebut merupakan pandangan pengguna internet dan tidak otomatis mencerminkan penilaian seluruh masyarakat.




