Sejumlah ofisial dari kedua tim terlibat adu mulut dan wasit kemudian mengeluarkan kartu kuning kepada beberapa ofisial.
Di tengah situasi tersebut, dugaan ucapan diskriminatif terhadap Shin Tae-yong kemudian menjadi perhatian.
Persoalan menjadi semakin ramai setelah muncul dugaan bahwa Shin Tae-yong mendapat ucapan yang menyebut dirinya sebagai “pendatang”.
Shin Tae-yong merupakan pelatih asal Korea Selatan yang kini berada dalam jajaran Persija Jakarta.
Karena itu, ucapan tersebut dipandang Persija sebagai bagian dari dugaan kekerasan verbal yang perlu diproses melalui mekanisme disiplin sepak bola.
Namun, penentuan apakah telah terjadi pelanggaran dan bentuk sanksinya bukan berada di tangan Persija.
Klub menyerahkan proses tersebut kepada Komdis PSSI.
Persija meminta kasus tersebut diperiksa secara objektif berdasarkan bukti dan fakta yang tersedia.
Dalam pernyataannya, Persija menegaskan bahwa tindakan provokasi, intimidasi, maupun kekerasan verbal dan fisik tidak semestinya terjadi dalam pertandingan sepak bola.
“Tindakan kekerasan, baik secara verbal maupun fisik, tidak semestinya hadir dalam lingkungan sepak bola yang sejatinya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” kata Persija.
Menurut klub, kejadian semacam itu berpotensi mencederai semangat fair play serta mengganggu integritas dan independensi penyelenggaraan pertandingan.
Sikap tersebut menjadi alasan Persija membawa persoalan ini ke Komdis PSSI, alih-alih menyelesaikannya hanya di internal kedua klub.
Persija menyatakan telah menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian insiden tersebut kepada Komdis PSSI.




