Ia memiliki pengalaman di bidang desain grafis dan ilustrasi yang kemudian ikut membentuk karakter visual dalam berbagai karyanya.
Pengalaman profesionalnya juga cukup menarik.
Cahyo pernah menjalani posisi sebagai graphic designer intern di Puma.
Dalam program tersebut, ia sempat menjalani pengalaman di kantor pusat Puma di Jerman dan terlibat dalam pekerjaan visual pada bagian Creative Marketing.
Pengalaman itu turut menjadi bekal ketika Cahyo mengembangkan karya-karyanya. Pendekatan desain tidak hanya digunakan untuk mempercantik tampilan, tetapi juga menjadi cara untuk membawa gagasan personal ke dalam sebuah objek.
Hal tersebut terlihat dalam buku Yasin yang dibuatnya.
Benda yang selama ini identik dengan kegiatan keagamaan itu diolah melalui perspektif seorang seniman visual.
Isi dan fungsi utamanya tetap dipertahankan, sementara tampilan luarnya diberi karakter baru.
Pada akhirnya, buku Yasin karya Cahyo menjadi pertemuan antara desain, identitas personal dan refleksi mengenai kehidupan.
Karya tersebut menunjukkan bahwa benda yang sudah sangat familiar di masyarakat pun masih bisa dilihat dari sudut pandang berbeda.
Bukan dengan mengubah fungsi utamanya, melainkan dengan menghadirkan pengalaman visual yang lebih personal.
Dan di situlah daya tarik buku Yasin karya Cahyo.
Isinya tetap sama, tetapi cara melihatnya dibuat berbeda.




