Seniman Lampung Ini Ubah Tampilan Buku Yasin, Isinya Tetap Sama tapi Visualnya Bikin Melirik

0 Shares

Dengan kata lain, buku Yasin versinya bukan semata-mata bicara soal kematian. Justru ada upaya untuk melihat kembali kehidupan yang sudah dijalani.

Meski desainnya dibuat berbeda, Cahyo tetap mempertahankan fungsi buku Yasin.

Bagian yang mendapat sentuhan lebih banyak berada pada aspek visual.

Mulai dari ilustrasi, tata letak halaman, hingga kemasan diolah dengan pendekatan desain yang lebih personal.

Hal inilah yang kemudian membuat buku Yasin karya Cahyo mempunyai karakter berbeda dibandingkan produk serupa yang selama ini banyak ditemukan.

Pesan “All is well” juga menjadi bagian dari karya tersebut.

Pesan itu berkaitan dengan gagasan Cahyo mengenai penerimaan terhadap berbagai hal yang telah terjadi dalam kehidupan.

Jadi, visual yang ditampilkan bukan sekadar untuk membuat buku terlihat unik, tetapi juga menjadi bagian dari konsep yang ingin disampaikan.

Pemilihan Surat Yasin sendiri tak lepas dari kedekatannya dengan kehidupan masyarakat Muslim.

Surat tersebut dikenal luas dan kerap dibaca dalam berbagai kegiatan keagamaan, termasuk ketika masyarakat memanjatkan doa serta memohon ampunan, keberkahan dan keselamatan.

Karena itu, karya Cahyo seperti mempertemukan dua hal yang sudah sangat dekat dengannya sebagai desainer, yakni fungsi sebuah benda dan bahasa visual.

Pendekatan visual yang digunakan Cahyo juga tak bisa dilepaskan dari latar belakangnya.

Cahyo merupakan alumnus Desain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Surakarta.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU