HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menyebut momen Imlek bukan sekadar perayaan biasa, melainkan panggung pembuktian bagi dunia bahwa Indonesia adalah juara dalam urusan inklusivitas.
Bulan Februari 2026 ini memang terasa magis. Dalam satu garis waktu, suasana sisa Natal, persiapan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, hingga menyongsong bulan suci Ramadan berpadu dalam satu napas.
“Ini adalah waktu yang monumental. Kita tetap satu untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara paling inklusif,” ujar Irene Umar dengan penuh optimisme.
Hadir di tengah ribuan warga dalam acara bakti sosial yang digagas bersama Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 A1, Irene Umar menekankan bahwa semangat Imlek tahun ini yang bertema “Harmoni Imlek Nusantara” harus dirasakan secara nyata.
Kehangatan itu terasa saat 1.000 paket bantuan mulai didistribusikan. Bukan sekadar bantuan materi seperti beras, gula, tepung, dan kue keranjang, namun ada pesan persatuan yang terselip di balik setiap angpao yang diberikan.
Para lansia yang mendominasi daftar penerima bantuan tampak tersenyum lebar di tengah iringan atraksi barongsai yang memecah keramaian Glodok pada Sabtu (7/2/2026).
Tak hanya di Glodok, Irene Umar juga membocorkan rencana besar untuk ibu kota. Sebanyak 93 titik lampion akan dinyalakan di berbagai sudut Jakarta, yang puncaknya akan dipusatkan di Lapangan Banteng pada 28 Februari 2026 mendatang.
“Mari kita bersama menerangi dunia mulai dari sekarang. Keadaan dunia sangat membutuhkan ‘lilin-lilin kecil’ seperti acara baksos ini yang menunjukkan kekuatan asli Indonesia,” tambahnya.
Senada dengan Wamen Ekraf, District Governor Lions Club Distrik 307 A1, Hastuti Boediwibowo Kresna, menjelaskan bahwa tema kegiatan mereka, “Harmoni dalam Pelayanan, Gemilang dalam Kebersamaan”, adalah upaya konkret untuk merawat tenun kebangsaan.
“Kami ingin menjahit kerukunan antarumat beragama dan perbedaan suku sehingga menjadi satu harmoni. Religi dan budaya adalah pemersatu, bukan pemecah belah,” tegas Hastuti.
Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat yang turut menyaksikan bagaimana kepedulian sosial mampu melampaui sekat-sekat perbedaan.



