HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat semenjak Jumat (20/3).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir dilaporkan terjadi setelah dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi.
Wilayah yang terdampak banjir ini meliputi Desa Rada, dan Desa Nggembe di Kecamatan Bolo, Desa Bre dan Desa Kananta di Kecamatan Palibelo.
“Akibat kejadian ini, sebanyak 1.009 jiwa dari 287 kepala keluarga (KK) terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (21/3).
Bencana banjir itu menyebabkan setidaknya 260 unit rumah warga terendam, tiga unit fasilitas pendidikan tergenang dan lahan pertanian warga serta akses jalan desa juga turut terdampak.
Dalam dua hari ke depan atau pada tanggal 22 – 23 Maret 2026, sebagian besar wilayah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua diprakirakan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang pada sore hingga malam hari.
Kondisi seperti itu dapat memicu beberapa kejadian bencana seperti banjir, banjir bandang, pergerakan tanah, dan angin kencang.



