HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mendorong negara-negara anggota BRICS tidak sekadar menjadi pasar, tetapi ikut memperkuat industri dan rantai pasok global. Menurut Prabowo, kekuatan sumber daya, teknologi, produksi, dan pasar yang dimiliki negara-negara BRICS bisa dioptimalkan untuk menghadapi berbagai tantangan dunia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).
“Izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama. Mari kita mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama,” seru Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyoroti ancaman perubahan iklim dan berbagai persoalan kebencanaan yang dihadapi banyak negara.
Indonesia, kata dia, memiliki posisi geografis yang membuatnya menghadapi risiko bencana cukup besar. Sebagai negara kepulauan yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Pacific Ring of Fire, Indonesia rentan terhadap kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem hingga aktivitas gunung berapi.
Namun, Indonesia juga memiliki modal besar untuk ikut mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Prabowo menyebut Indonesia mempunyai berbagai sumber daya alam strategis, termasuk mineral kritis dan logam tanah yang langka. Selain itu, terdapat potensi energi terbarukan yang dapat mendukung pengembangan teknologi bersih serta hutan yang memiliki peran penting bagi kehidupan global.
“Kita harus melihat adanya hubungan yang erat antara ketangguhan menghadapi perubahan iklim dan pembangunan nasional,” kata Prabowo.
Ia menegaskan persoalan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab Indonesia.
“Indonesia tidak sendirian menghadapi tantangan ini. Negara-negara anggota BRICS lainnya dan banyak negara di Global South juga menghadapi persoalan yang saling berkaitan,” imbuhnya.
Karena itu, Prabowo mengajak negara-negara BRICS menggabungkan kekuatan yang sudah dimiliki masing-masing negara.
Mulai dari pengelolaan sumber daya alam, kapasitas produksi, teknologi hingga pasar yang besar dinilai bisa menjadi kekuatan bersama jika dikelola secara lebih terintegrasi.
Prabowo juga melihat posisi BRICS cukup strategis dalam perekonomian dunia.




