HOLOPIS.COM, JAKARTA – Janji sekolah gratis Prabowo mulai dikebut. Tapi di balik kabar manis itu, ada tantangan besar yaitu APBN berpotensi menanggung beban Rp91,8 triliun per tahun.
Janji pendidikan gratis Presiden Prabowo Subianto kini bukan lagi sekadar wacana.
Pemerintah mulai menggeber pembahasannya.
Rapat terbatas digelar di Istana Negara, Rabu (23/9/2026), untuk membedah grand design pendidikan negeri gratis dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi negeri (PTN).
Sekilas, gagasan ini terdengar sederhana di mana anak Indonesia bisa sekolah dan kuliah di institusi negeri tanpa terbebani biaya pendidikan.
Tapi di balik kata “gratis”, ada hitungan yang tidak sederhana.
Ketika pendidikan gratis diperluas sampai perguruan tinggi, kebutuhan anggarannya bisa membengkak.
Kajian Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memperkirakan, subsidi pendidikan tinggi gratis secara menyeluruh membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp91,8 triliun setiap tahun.
Angka inilah yang kini ikut menjadi sorotan.
Sebab, pemerintah tak hanya harus memastikan anak-anak bisa mengenyam pendidikan tanpa pungutan biaya.
Negara juga harus membayar berbagai kebutuhan di baliknya, mulai dari operasional sekolah dan kampus, gaji serta tunjangan tenaga pendidik, sarana-prasarana, hingga bantuan bagi peserta didik.
CELIOS memperkirakan pendidikan tinggi gratis secara menyeluruh membutuhkan tambahan beban sekitar Rp91,8 triliun per tahun.
Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira menilai pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan asset recovery dari tindak pidana korupsi sebagai sumber pembiayaan rutin.




