“Setelah habis di kuota 1 akan dibuka lagi untuk kuota berikutnya. Jadi, ini animo-nya luar biasa. Artinya masyarakat merespon dengan positif,” ujarnya.
Promosi ke berbagai daerah pun dinilai ikut membantu mengerek penjualan tiket.
Tak hanya NTB, pihak penyelenggara juga berencana memperluas promosi ke sejumlah wilayah lain di Indonesia untuk menarik lebih banyak penonton datang langsung ke Mandalika.
Bidik Dampak Ekonomi Rp5 Triliun
Bukan cuma soal jumlah penonton, gelaran MotoGP Mandalika juga diharapkan kembali memberikan dampak ekonomi yang besar.
Troy menyebut dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau 2024 itu di angka Rp2,4 triliun, tahun 2025 di angka Rp4,9 triliun. Tahun ini kita harapkan angkanya bisa Rp5 triliun. Kita doakan sama-sama,” kata Troy.
Ia melihat tingginya penjualan tiket sebagai salah satu sinyal positif. Ditambah lagi dengan adanya permintaan penerbangan langsung menuju wilayah penyelenggaraan MotoGP.
Kondisi tersebut diharapkan ikut menggerakkan sektor pariwisata, transportasi, hotel, kuliner hingga usaha masyarakat sekitar Mandalika.
“Yang menarik pembelian tiket itu di luar negeri juga oke. Bahkan sampai ke Monaco,” katanya.
Dengan penjualan tiket yang telah mencapai sekitar 70 persen, perhatian kini tinggal diarahkan pada bagaimana sisa tiket bisa terserap hingga hari balapan.
MotoGP Mandalika 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 9-11 Oktober 2026, di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, NTB.




