Berbeda dengan HEV, baterai PHEV dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal.
Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, mobil PHEV dapat berjalan hanya menggunakan tenaga listrik dalam jarak tertentu.
Umumnya, kendaraan PHEV mampu menempuh jarak sekitar 30 hingga 100 kilometer dalam mode listrik, tergantung kapasitas baterai dan model kendaraan.
Ketika baterai mulai berkurang, mesin bensin akan aktif untuk membantu perjalanan.
Namun, mesin pada PHEV tidak hanya berfungsi sebagai pengisi baterai, tetapi juga dapat membantu menggerakkan roda.
Beberapa model yang menggunakan teknologi PHEV di Indonesia antara lain Lepas L8 dan Wuling Cortez dan Darion PHEV.
REEV, Sensasi Berkendara Seperti Mobil Listrik
Sementara itu, Range Extended Electric Vehicle (REEV) memiliki konsep yang berbeda dibandingkan PHEV.
Pada REEV, roda kendaraan sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik.
Mesin bensin tidak terhubung langsung dengan roda, melainkan hanya berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik ketika baterai mulai berkurang.
Karena seluruh penggerak berasal dari motor listrik, karakter berkendara REEV lebih mirip mobil listrik murni atau BEV.
Kapasitas baterai REEV biasanya lebih besar dibandingkan PHEV.
Dalam kondisi baterai penuh, beberapa model REEV mampu menempuh jarak listrik hingga sekitar 300 kilometer, tergantung spesifikasi kendaraan.



