Misi Zero Accident! TNI AU Bergerak Tutup Celah Risiko di Lanud Kalijati

0 Shares
Ukuran text:
21
Dengarkan Berita:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Langkah besar untuk menekan potensi kecelakaan terus digencarkan TNI Angkatan Udara (TNI AU). Dari Hanggar Skadron Udara 7, Lanud R. Suryadi Suryadarma (Lanud Sdm), Kalijati, Subang, seluruh personel digerakkan dalam satu misi menutup setiap celah risiko menuju Zero Accident.

Melalui kegiatan sosialisasi Road to Zero Accident (RTZA) yang digelar Pusat Kelaikan, Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU (Puslaiklambangjaau), seluruh unsur mulai dari penerbang hingga personel pendukung didorong memiliki kesadaran penuh terhadap pentingnya keselamatan dalam setiap lini tugas.

Komandan Lanud Sdm, Marsma TNI M.R.Y. Fahlefie, menyampaikan keselamatan bukan hanya tanggung jawab unit tertentu. Tapi, melainkan kewajiban seluruh personel tanpa terkecuali.

Ia mengingatkan bahwa standar keselamatan tidak boleh hanya terfokus pada operasi penerbangan. Tapi, juga harus diterapkan secara menyeluruh di seluruh bidang kerja.

Menurutnya, perbedaan pengalaman antara personel senior dan yang baru bergabung menjadi tantangan tersendiri. Maka itu, diperlukan komunikasi aktif, pembinaan berkelanjutan, serta forum diskusi agar tercipta kesamaan persepsi dalam membangun budaya keselamatan.

Melalui sosialisasi ini, Fahlefie berharap seluruh personel semakin memahami pentingnya komitmen terhadap keselamatan kerja, sekaligus mampu membangun Generative Safety Culture yang berkelanjutan.

Budaya ini menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan tugas, dengan menanamkan prinsip bahwa setiap misi harus tercapai tanpa mengorbankan keselamatan.

Di sisi lain, Kepala Puslaiklambangjaau, Marsda TNI Fachrizet, menegaskan bahwa keselamatan merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem manajemen organisasi yang harus dijalankan secara konsisten dan menyeluruh.

Pengawasan, kata dia, tidak boleh terputus—harus berjalan dari level pimpinan hingga pelaksana di lapangan.

“Kita tidak boleh merasa sudah aman, untuk itu setiap personel harus memiliki situasional awareness yang tinggi, karena kelalaian sekecil apapun dapat berdampak pada keberhasilan tugas,” ujar Marsda Fachrizet.

Rangkaian kegiatan RTZA ini mencakup ceramah keselamatan terbang dan kerja, audit menyeluruh ke jajaran Lanud dan satuan di bawahnya, hingga survei Lambangja. Semua tahapan ini dirancang untuk memastikan standar keselamatan benar-benar diterapkan secara nyata, bukan sekadar prosedur di atas kertas.

Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut turut menekankan pentingnya budaya keselamatan lintas matra dalam mendukung kesiapan operasional militer secara keseluruhan.

“Budaya keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Profesionalisme prajurit tidak hanya diukur dari keberhasilan misi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keselamatan personel dan material,” demikian keterangan Dinas Penerangan TNI AL.

Dengan langkah ini, TNI AU menunjukkan bahwa keberhasilan misi tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari seberapa disiplin setiap individu menjaga keselamatan.

Di tengah kompleksitas operasi militer modern, satu kesalahan kecil bisa berujung fatal. Karena itu, misi menuju Zero Accident bukan sekadar slogan—melainkan komitmen yang harus dijaga setiap detik.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Dani Yoga
Tim Penulis & Editor
Dani Yoga
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU