HOLOPIS.COM, JAKARTA – Calon wakil presiden, Mahfud MD mengklaim dirinya tidak berniat untuk berseberangan dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi (Joko Widodo).
Namun, dengan kondisinya yang saat ini menjadi cawapres dan aktif mengkritik kebijakan pimpinannya sendiri, Mahfud kemudian baru memilih untuk mengundurkan diri dari kursi Menko Polhukam RI.
“Memang kami bicarakan, saya harus mundur, itu titik. Kenapa? Tidak mungkin saya against (menentang) kebijakan atau against calon yang didukung Pak Jokowi. Lalu, saya masih terus kan ndak bagus,” kata Mahfud dalam pernyataannya pada Kamis (1/2) seperti dikutip Holopis.com.
Bahkan, Mahfud kembali sesumbar bahwa niatannya untuk mundur sudah sejak lama namun masih menunggu momentum yang tepat.
“Waktu itu, kesimpulannya nunggu dulu pada waktu momentumnya, kapan momentumnya, yang tepat itu sesudah pemungutan suara karena sesudah itu pemerintahan kan berlangsung, dan saya merasa ndak layak kalau masih di situ,” ucapnya.
Meski begitu, Mahfud MD mengelak saat dikonfirmasi apakah pengunduran dirinya ini sudah menjadi urusan pribadi.
“Nggak, nggak, kalau saya sendiri tidak akan mengaitkan dengan orang lain. Ini saya saja, kalau orang lain mau mengaitkan silakan,” kilahnya.
Mahfud pun menepis anggapan bahwa dia mundur karena jengah karena banyak menteri yang berpihak ke paslon nomor 2 Prabowo-Gibran.
Sebelumnya pernah diberitakan bahwa cawapres nomor urut 03, Mahfud MD menyatakan bahwa semua persoalan bangsa saat ini nyaris disebabkan karena tumpulnya pedang hukum. Sebab, jika pedang hukum tajam, maka semua permasalahan termasuk sektor agraria yang ada bisa diatasi dengan baik.
“Tadi saya bilang, bahwa masalah-masalah yang di kita perdebatkan sangat penting untuk masa depan bangsa, masalah utamanya adalah pedang hukum kita tumpul,” kata Mahfud MD dalam debat keempat Pilpres 2024, Minggu (21/1).



