Luhut mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 4,3 juta kepala keluarga (KK) telah terdaftar dalam uji coba Perlinsos Digital yang berlangsung di 258 kabupaten/kota.
Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 48 juta KK yang terdaftar pada Desember mendatang.
Khusus untuk wilayah Jawa, kebutuhan Agen Perlinsos diproyeksikan mencapai sekitar 250 ribu agen.
Luhut juga mengajak masyarakat yang ingin berkontribusi membantu warga lainnya untuk bergabung sebagai Agen Perlinsos melalui laman resmi pendaftaran yang disediakan pemerintah.
“Tujuan dari upaya ini sederhana: jangan sampai ada masyarakat yang berhak, tetapi tidak mendapatkan bantuan hanya karena tidak tercatat atau kesulitan mengakses sistem,” kata Luhut.
Dia menekankan, transformasi sistem perlindungan sosial harus diikuti dengan birokrasi yang semakin dekat dan mudah diakses masyarakat.
Dengan demikian, bantuan sosial diharapkan dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan berdasarkan proses verifikasi yang objektif dan terintegrasi.
“Birokrasi harus semakin dekat, melayani dengan mudah sehingga bantuan sosial diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.




