HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim program Makan Begizi Gratis (MBG) berdampak nyata dalam mengerek pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dampak MBG terhadap pertumbuhan ekonomi saya amati sangat nyata di lapangan,” kata Luhut, sebagaimana dikutip Holopis.com dari unggahan di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, seperti dikutip Holopis.com, Selasa (11/3).
“Dari data yang saya dapatkan, peningkatan permintaan beras, telur, dan ayam dari program ini saja mampu menyerap hasil produksi dalam negeri dan memperkuat sektor pertanian,” sambungnya.
Dia menekankan, bahwa program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga berdampak besar terhadap perekonomian, salah satunya dapat menurunkan angka kemiskinan hingga 2,6 persen.
Selain menciptakan lapangan kerja, Luhut juga meyakini program MBG ini mampu menurunkan ketimpangan hingga 3,6 persen dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Namun hal itu dapat terwujud dengan syarat program harus berjalan sesuai rencana dan target yang ditetapkan. Untuk itu, ia mengajak semua pihak turut serta mendukung keberhasilan program tersebut.
“Dengan target 82,9 juta penerima manfaat dan pengelolaan anggaran Rp171 triliun, keberhasilan program ini harus kita dukung bersama,” ajaknya.
Luhut pun meminta meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan audit bertahap terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu untuk memastikan tata kelola program tetap kuat dan akuntabel, agar program prioritas nasional itu dapat berjalan berkelanjutan.
“Guna memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis ini, saya juga meminta BGN untuk melakukan audit bertahap agar tata kelola program ini tetap kuat dan akuntabel,” ujarnya.
Saat ini, kata Luhut, MBG telah berjalan di 38 provinsi dengan 2 juta penerima manfaat melalui 722 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berfungsi menjaga kualitas makanan dan distribusi agar berjalan lancar.
Adapun hingga akhir 2025, ditargetkan sebanyak 32 ribu SPPG beroperasi untuk melayani lebih banyak masyarakat penerima program makan bergizi gratis yang telah dimulai sejak awal tahun 2025 tersebut.
Luhut melihat, keberhasilan program ini tidak lepas dari visi besar Presiden Prabowo dalam membangun Indonesia yang lebih kuat dan mandiri.
“Kehadiran MBG saat ini bukan hanya sekadar program sosial, tetapi juga penggerak roda perekonomian daerah yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.




