Hendy disebut menerima success fee bernilai ratusan ribu dolar Singapura atas kelancaran proyek di luar mekanisme resmi tersebut.
Para terdakwa disebut merugikan keuangan negara karena mereka tetap menjalankan proyek tersebut meskipun PGN tidak mencantumkan rencana itu dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PGN Tahun 2017.



