JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa pemanfaatan Big Data menjadi senjata penting bagi pemerintah untuk mempercepat layanan publik. Menurutnya, teknologi ini mampu menghadirkan akurasi dan kecepatan sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.
“Pemanfaatan Big Data memungkinkan kita melakukan lompatan besar di sektor publik. Karena Big Data menawarkan akurasi dan kecepatan, sehingga mampu mengakselerasi eksekusi layanan publik,” ujar Nezar dikutip Holopis.com dari kanal YouTube KemkomdigiTV, Sabtu (20/9).
Ia menjelaskan, analisis data yang kompleks memberi peluang bagi pemerintah untuk mengambil keputusan yang lebih baik. Selain itu, penggunaan data terbuka juga mendorong transparansi dan akuntabilitas sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Nezar menambahkan, saat ini konektivitas internet sudah menjangkau 97 persen wilayah berpenduduk di Indonesia. Meski demikian, masih terdapat kesenjangan dalam hal kecepatan dan kualitas layanan internet di sejumlah daerah.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung insiden kebocoran data di Pusat Data Nasional sementara tahun lalu. Menurutnya, serangan siber tersebut bermula dari endpoint di salah satu kabupaten akibat lemahnya pengelolaan kata sandi.
“Kita tidak mau hal itu terjadi lagi. Produksi, penyimpanan, hingga distribusi data harus dijaga sesuai dengan standar data governance,” tegas Nezar.
Sementara itu, Dirjen Teknologi Pemerintah Digital Komdigi, Mira Tayyiba menekankan pentingnya klasifikasi data sesuai tingkat sensitivitasnya. Ia menjelaskan ada tiga kategori data, yaitu terbuka, terbatas, dan tertutup.
“Untuk klasifikasi tertutup harus disimpan di fasilitas pemerintah yang mempunyai dampak atau risiko tinggi. Sedangkan data terbuka dan terbatas boleh dikelola di luar pemerintah,” kata Mira.
Melalui langkah ini, Komdigi berharap pemanfaatan Big Data tidak hanya mempercepat layanan publik, tetapi juga memperkuat keamanan serta tata kelola data nasional.



