HOLOPIS.COM, MANGGARAI — Penanganan warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat. Kali ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI dr. Soeharso-990, kapal rumah sakit yang membawa layanan kesehatan gratis untuk masyarakat di wilayah terdampak.
KRI dr. Soeharso tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (21/8). Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Surabaya untuk membantu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan setelah sejumlah fasilitas kesehatan terdampak gempa.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pengerahan kapal rumah sakit menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjangkau warga yang membutuhkan layanan medis.
“Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (21/8) setelah menempuh perjalanan dari Surabaya. Pengerahan KRI dr. Soeharso merupakan langkah cepat pemerintah untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang fasilitas kesehatannya terdampak gempa,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu (23/8).
Bukan Sekadar Kapal, Fasilitasnya Lengkap
KRI dr. Soeharso bukan sekadar kapal untuk membawa tim medis. Kapal sepanjang 122 meter tersebut memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung pelayanan kesehatan, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, dan ruang perawatan.
Untuk pasien rawat inap, tersedia dua ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur.
Ruang tersebut nantinya dipisahkan berdasarkan jenis kelamin pasien, yakni ruang perawatan perempuan dan laki-laki.
Kapal ini juga memiliki geladak untuk pendaratan helikopter. Fasilitas tersebut dapat mendukung proses evakuasi medis, khususnya bagi warga yang berada di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Buka Layanan Kesehatan Gratis 24 Jam
Untuk memberikan pelayanan kepada warga terdampak, KRI dr. Soeharso membawa tenaga medis gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan.
Tim medis disiapkan untuk memberikan pelayanan selama 24 jam.
Layanan yang tersedia cukup beragam, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, penanganan luka, tindakan operasi hingga penanganan pasien dalam kondisi gawat darurat.
Seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis dengan penanganan berdasarkan tingkat kebutuhan dan prioritas medis pasien.
Sejak tiba hingga Sabtu (22/8), KRI dr. Soeharso tercatat telah memberikan pelayanan kepada 21 pasien.
Sejumlah tindakan telah dilakukan, termasuk operasi akibat patah tulang dan penanganan luka robek.
Selain itu, tim medis juga memberikan layanan rawat jalan. Sebanyak tiga pasien tercatat harus menjalani rawat inap di kapal.



