Dua tembakan terakhirnya sama-sama menghasilkan angka 10.
Hasil tersebut membuat jarak dengan lawannya melebar.
Nurisa akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 139-137 atas Cojuangco.
Emas pun menjadi milik Indonesia.
Duel final Nurisa dan Cojuangco bukan pertandingan yang berjalan mudah.
Sejak awal, keduanya sama-sama mampu membidik area bernilai tinggi.
Selisih poin pun sempat sangat tipis sehingga setiap anak panah menjadi sangat berarti.
Nurisa sempat memimpin satu poin pada fase awal pertandingan.
Namun, Cojuangco terus memberikan tekanan dan beberapa kali mampu mengejar perolehan angka.
Dalam situasi seperti itu, konsentrasi menjadi kunci.
Nurisa kemudian menunjukkan ketenangannya ketika pertandingan memasuki fase akhir.
Dua tembakan terakhir justru menjadi momen penting yang membawanya menjauh dari pesaingnya.
Dengan tambahan dua angka 10 tersebut, Nurisa memastikan keunggulan dan mengakhiri final dengan selisih dua poin.



