Pesawat angkut militer tersebut dirancang untuk membawa muatan hingga 37 ton. Kapasitas tersebut memungkinkan A400M mengangkut berbagai perlengkapan berat untuk mendukung kebutuhan operasional militer.
Salah satu kemampuan utama A400M adalah mengangkut beban dalam jumlah besar.
Kapasitas maksimal 37 ton disebut setara dengan sekitar dua truk lapis baja atau satu helikopter berukuran sedang.
Dari sisi performa, A400M mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar 780 kilometer per jam dan memiliki jangkauan terbang hingga kurang lebih 8.710 kilometer.
Kemampuan tersebut membuat A400M tidak hanya berfungsi sebagai pesawat angkut biasa.
Pesawat ini dirancang sebagai platform multiperan yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional.
A400M juga memiliki kemampuan untuk menjalankan misi pengisian bahan bakar di udara.
Fitur tersebut menambah fleksibilitas penggunaan pesawat dalam berbagai operasi, terutama ketika dibutuhkan kemampuan menjangkau wilayah yang lebih jauh.
Dengan dua A400M yang sudah diterima Indonesia, kerja sama pertahanan dengan Jerman dan konsorsium Airbus kini berpeluang memasuki tahap berikutnya.
Namun, untuk pengadaan tambahan, pemerintah Indonesia masih menjadi pihak yang menentukan apakah tawaran tersebut akan berlanjut ke tahap negosiasi dan kontrak baru.



