Isu perlindungan warga sipil dan pemenuhan kebutuhan kemanusiaan menjadi perhatian penting di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik.
Mesir Dorong Dialog dan Diplomasi
Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menyampaikan pandangan senada mengenai pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog dan jalur diplomasi.
Menurut El-Sisi, penyelesaian yang berkelanjutan perlu mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara serta menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk ketegangan.
“Dan dari kita juga telah sepakat untuk memastikan bahwa semua diselesaikan dengan dialog dan jalur diplomasi dengan menghormati semua kedaulatan negara,” ujar El-Sisi.
“Inilah satu-satunya jalan untuk mewujudkan perdamaian yang menyeluruh,” lanjutnya.
Pernyataan kedua pemimpin tersebut memperlihatkan kesamaan posisi Indonesia dan Mesir dalam mendorong penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomatik.
Solusi Dua Negara Kembali Ditekankan
Solusi dua negara atau two-state solution merujuk pada penyelesaian konflik dengan memungkinkan Israel dan Palestina hidup berdampingan sebagai dua negara.
Gagasan tersebut menjadi salah satu kerangka utama yang selama ini didorong dalam berbagai upaya diplomasi internasional untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan wilayah, permukiman, keamanan, status Yerusalem, serta hak dan masa depan rakyat Palestina.
Bagi Indonesia dan Mesir, dukungan terhadap solusi dua negara berjalan beriringan dengan dorongan untuk melindungi warga sipil dan memperluas akses bantuan kemanusiaan.
Pertemuan Prabowo dan El-Sisi pun kembali menempatkan isu Palestina sebagai salah satu agenda penting dalam hubungan bilateral kedua negara.



