JAKARTA – Tim badminton Indonesia harus puas meraih satu medali perunggu di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025. Pencapaian itu didapat oleh Putri Kusuma Wardani (Putri KW) dari tunggal putri.
Putri KW gagal melangkah ke final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025, usai dikandaskan tunggal putri andalan Jepang yakni Akane Yamaguchi di semifinal, dengan skor 17-21, 21-14 dan 6-21. Praktis, Putri KW hanya berhak meraih medali perunggu.
Hasil ini tentu belum sesuai dengan target PP PBSI yang menargetkan satu medali emas dari lima sektor yang ada. Namun melihat perkembangan dari para atlet muda, berjalan sesuai program PBSI.
Alwi Farhan dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu adalah atlet-atlet muda Indonesia yang menjalani debut pertama mereka di Kejuraan Dunia 2025.
“Saya melihat kualitas permainan Alwi dan Jafar/Felisha meningkat cukup signifikan, mereka memperlihatkan perlawanan yang sangat baik menghadapi pemain top dunia, bahkan mereka sebenarnya punya kans untuk memenangkan pertandingan tetapi mereka memang masih membutuhkan pengalaman bertanding yang lebih banyak disamping tentunya penambahan teknik dan fisik dari hasi evaluasi pertandingan,” jelas Eng Hian selaku Kabid Binpres PP PBSI, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Putri Kusuma Wardani juga memperlihatkan track record yang menggembirakan baik dari pencapaian maupun dari segi kualitas permainan menghadapi pemain top dunia.
“Putri menurut saya sudah berada di fase yang dia sudah yakin dengan pola permainannya sendiri, tinggal kita menambah pengalaman bertanding, kemudian mempersiapkan strategi yang lebih baik untuk menghadapi perubahan permainan lawan, contohnya seperti kemarin pada saat menghadapi Akane Yamaguchi. Untuk kekuatan fisik dan penambahan ketajaman teknik pukulan pastinya juga akan menjadi bagian yang akan ditambahkan,” ujar Eng Hian.




