Impor Baju Bekas Dilarang Sejak Januari, Bagaimana Nasib Aktivitas di Pasar Senen?

0 Shares

Menurut Eddy, harga syal di lapaknya berkisar Rp10.000 hingga Rp150.000, tergantung merek, bahan dan model. Sebagian pembeli bahkan datang setelah melihat model tertentu di TikTok.

“Ada. Jadi, dia cari video dulu di TikTok, terus nanyain ada yang kayak gitu enggak,” katanya.

Tingginya permintaan sempat membuat stok barang di lapaknya habis. Ketika barang baru belum datang, Eddy tetap berjualan dengan mengandalkan stok lama yang masih tersedia.

“Pernah habis semuanya. Barangnya enggak ada lagi, enggak ada datang,” ujarnya.

Meski penjualan pada barang yang sedang tren meningkat, Eddy juga merasakan pasokan pakaian bekas yang lebih sulit diperoleh dibandingkan sebelumnya. Ia mengatakan harga dari pemasok ikut naik, meski kenaikan harga jual di lapaknya tidak terlalu besar.

Harga Terjangkau Bikin Pembeli Tetap Berburu

Aktivitas pembelian pakaian bekas juga masih terlihat dari sisi konsumen. Marwah, salah seorang pembeli di Blok 3 Pasar Senen, mengatakan harga menjadi pertimbangan utama ketika memilih pakaian bekas.

“Biar terjangkau harganya,” ujar Marwah.

Ia mengaku tidak selalu membeli pakaian bekas. Namun, ketika membutuhkan pakaian dengan harga lebih rendah, Pasar Senen menjadi salah satu tempat yang didatangi karena harga pakaian baru dinilai lebih mahal.

“Kalau baru harganya mahal,” katanya.

Marwah juga mengetahui adanya kebijakan pemerintah mengenai larangan impor pakaian bekas. Menurutnya, kebijakan tersebut memiliki sisi positif dan negatif karena masyarakat masih membutuhkan pakaian dengan harga terjangkau, sementara keberadaan pakaian bekas juga perlu mempertimbangkan keberlangsungan usaha lokal.

“Kalau kata saya sih ya, ada bagusnya ada jeleknya,” ujarnya.

Ia menilai penghentian secara permanen bukan satu-satunya pilihan. Menurutnya, pembatasan tetap diperlukan agar masyarakat masih dapat memperoleh pakaian dengan harga terjangkau tanpa mengabaikan keberadaan pelaku usaha lokal.

“Kalau ditutup secara permanen kayaknya enggak, dibatasin aja. Karena kadang-kadang kan kita masih butuh. Tapi kalau kebanyakan juga ya takutnya UMKM lokal enggak laku” katanya.

Aktivitas Pasar Senen tersebut menunjukkan bahwa larangan impor pakaian bekas belum menghilangkan permintaan konsumen. Di tengah pasokan yang dirasakan semakin terbatas oleh sebagian pedagang, aktivitas jual beli tetap berlangsung dan barang tertentu justru mengalami peningkatan permintaan karena mengikuti tren media sosial.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU