Viral di TikTok, Syal Bekas di Pasar Senen Diburu, Penjualan Naik 70 Persen

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tren memakai scarf atau syal bermotif ikut meramaikan perdagangan pakaian bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Di tengah ramainya konten fashion di TikTok, syal bekas dengan beragam motif dan bahan kini tidak hanya dipandang sebagai barang bekas, tetapi juga menjadi pilihan untuk menunjang gaya berpakaian.

Berdasarkan pantauan Holopis.com, Jumat (2/10), kondisi tersebut terlihat di Pasar Senen Blok III lantai 2. Aktivitas jual beli berlangsung ramai. Pembeli tampak menyusuri lapak dan memilah berbagai syal dari balpres yang baru dibongkar, dengan harga mulai dari Rp10.000.

Salah satu pedagang syal di lokasi, Eddy, mengatakan peningkatan minat terhadap syal mulai terasa kuat sejak 2025. Menurutnya, tren yang berkembang di TikTok ikut mendorong pembeli datang ke lapaknya untuk mencari model tertentu.

“Semenjak viral di TikTok itu penjualan jadi naik, sekitar 70 persen,” kata Eddy saat ditemui Holopis.com, di Pasar Senen Blok III, Jumat (2/10).

Menurut Eddy, pengaruh TikTok terlihat dari cara pembeli mencari barang. Sebagian pembeli datang setelah melihat video di TikTok dan kemudian menunjukkan referensi tersebut kepada pedagang.

“Ada. Dia cari video dulu di TikTok, terus nanyain ada yang kayak gitu enggak,” ujarnya.

Tren Syal Bertemu Gaya Hijab Bermotif

Fenomena syal di Pasar Senen beriringan dengan tren hijab bermotif yang berkembang di Indonesia. Syal dengan bentuk, motif, dan bahan yang beragam memberi pilihan bagi pembeli yang ingin menggunakannya sebagai bagian dari gaya busana.

Pada 2025, hijab bermotif kembali menjadi salah satu pilihan dalam tren busana muslim. Sejumlah tren hijab juga menampilkan printed scarf, hijab segi empat bermotif, hingga material seperti silk dan viscose.

Tren tersebut membuat fungsi syal semakin fleksibel. Syal tidak sekadar digunakan sebagai aksesori leher dan pelengkap busana, tetapi juga dipakai sebagai hijab. Beragam motif membuat pembeli dapat memilih berdasarkan warna, pola, bahan, hingga model.

Eddy mengatakan pilihan yang dicari pembeli di lapaknya cukup beragam. Ada pembeli yang mencari syal berbentuk segi empat, sementara lainnya memilih berdasarkan motif atau bahan.

“Beda-beda orang. Ada yang nyari yang segi empat, ada yang enggak. Semuanya rata,” katanya.

Syal yang dijual Eddy tidak hanya berasal dari satu jenis bahan. Ia menyebut ada produk berbahan katun, kasmir, silk, hingga sutra. Beberapa di antaranya juga berasal dari merek tertentu. Harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp150.000. Perbedaan harga dipengaruhi oleh merek, bahan, dan model.

“Bisa dari brand, bisa dari bahan, bisa dari model-modelnya,” ujar Eddy.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU