IFRA 2026 Segera Digelar, 250 Merek Bisnis Siap Cari Mitra

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bisnis kemitraan dan waralaba di Indonesia terus berkembang. Namun, calon mitra usaha diminta tidak buru-buru tergiur dengan merek atau paket investasi sebelum mengecek legalitas dan sistem bisnis yang ditawarkan.

Pasalnya, kemitraan usaha memiliki banyak bentuk. Ada yang menggunakan skema distribusi, lisensi, hingga business opportunity. Sementara itu, waralaba mempunyai aturan yang lebih ketat, termasuk kewajiban memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).

Artinya, tidak semua bisnis yang menawarkan kemitraan otomatis bisa disebut sebagai franchise atau waralaba.

Data Kementerian Perdagangan mencatat hingga April 2026 telah diterbitkan 165 STPW untuk Pemberi Waralaba Dalam Negeri dan 162 STPW untuk Pemberi Waralaba Luar Negeri.

Angka tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa aspek legalitas makin penting di tengah pertumbuhan bisnis kemitraan di Indonesia.

Untuk merespons perkembangan tersebut, Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar The 25th International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026.

Pameran tersebut akan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Hall 7, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City.

Memasuki penyelenggaraan ke-25, IFRA 2026 mengusung tema “Empowering the Growth of Ethical Franchising”.

Tema tersebut menyoroti pentingnya membangun bisnis kemitraan yang aman, legal, transparan, sekaligus memiliki standar usaha yang jelas.

Pemerintah Dorong Waralaba Lokal

Dukungan terhadap penyelenggaraan IFRA 2026 datang dari Kementerian Perdagangan. Direktur Bina Usaha Perdagangan Kemendag RI, Franciska Simanjuntak, menilai kewirausahaan dan kemitraan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami dari Kementerian Perdagangan menyambut baik penyelenggaraan IFRA 2026 sebagai upaya mendorong pertumbuhan kewirausahaan nasional, yang rasionya saat ini baru 3,29 persen dan masih tertinggal dari negara tetangga. Sistem waralaba menjadi salah satu jalur strategis karena menawarkan model bisnis yang siap pakai dan terstandardisasi, dan kami menargetkan pertumbuhan waralaba lokal hingga 7 persen tahun ini. Melalui berbagai program seperti Campuspreneur, kami terus mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang mendukung ekosistem kemitraan bisnis yang legal dan akuntabel, sejalan dengan semangat IFRA 2026,” ujar Franciska.

Menurutnya, model waralaba bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dengan sistem yang sudah disiapkan. Namun, aspek standardisasi dan legalitas tetap menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU