Hizbullah Tegaskan Akan Terus Melawan Israel, Sebut Konflik sebagai Pertahanan Eksistensial

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan bahwa kelompoknya akan terus melanjutkan perlawanan terhadap Israel di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Qassem dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Rabu (4/3). Ia menggambarkan konfrontasi antara Hizbullah dan Israel sebagai bentuk pertahanan eksistensial.

“Perlawanan ini adalah pertahanan eksistensial,” dikutip Holopis.com, Rabu (4/3).

Dalam pidatonya, Qassem mengatakan Hizbullah telah mematuhi ketentuan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati dengan Israel. Ia menuduh Israel tidak menjalankan kewajiban apa pun dalam kesepakatan tersebut.

Menurut Qassem, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tentara Lebanon telah mencatat lebih dari 10.000 pelanggaran sejak gencatan senjata diberlakukan. Ia juga menyebut sekitar 500 orang dilaporkan tewas selama periode tersebut.

Qassem mengatakan Hizbullah sebelumnya memilih untuk tidak merespons sejumlah serangan yang dilancarkan Israel. Keputusan itu diambil agar kelompok tersebut tidak dianggap menghambat upaya diplomatik yang sedang berlangsung.

Namun, ia menyatakan rentetan serangan roket yang baru-baru ini diluncurkan Hizbullah merupakan respons terhadap apa yang disebutnya sebagai “agresi” Israel dan Amerika Serikat, serta berbagai pelanggaran yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Secara terpisah, Hizbullah juga menyatakan telah meluncurkan sejumlah roket pada Selasa (3/3) malam waktu setempat. Serangan tersebut menargetkan pangkalan Tel Hashomer yang disebut sebagai markas komando militer Israel di tenggara Tel Aviv.

Kelompok tersebut juga menyatakan serangan diarahkan ke target militer Israel di wilayah selatan Kota Haifa.

Sebelumnya pada Senin (2/3), Hizbullah juga meluncurkan rudal ke wilayah Israel. Kelompok itu menyebut serangan tersebut berkaitan dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh Israel dan Amerika Serikat serta serangan berulang Israel di kawasan tersebut.

Israel kemudian merespons dengan melancarkan serangan besar terhadap posisi Hizbullah dan mengirim pasukan darat ke wilayah Lebanon selatan.

Hizbullah merupakan kelompok politik dan militer yang berbasis di Lebanon dan telah lama terlibat konflik dengan Israel. Ketegangan antara kedua pihak meningkat kembali dalam beberapa waktu terakhir seiring meluasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU