Hari Maritim Nasional 2025 Angkat Tema “Kenduri Bahari”, Begini Sejarahnya

0 Shares

JAKARTA – Setiap tanggal 23 September, bangsa Indonesia memperingati Hari Maritim Nasional, sebuah momentum penting untuk mengingat kembali jati diri Indonesia sebagai negara maritim. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga pengingat sejarah panjang perjuangan bangsa dalam mengelola dan menjaga kedaulatan lautnya.

Sejarah Hari Maritim Nasional dimulai dari Musyawarah Nasional Maritim I yang digelar pada 23 September 1963 di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Soekarno menegaskan kembali bahwa laut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Indonesia. Momentum ini sekaligus meneguhkan posisi Indonesia di dunia internasional sebagai negara kepulauan dengan laut sebagai pengikat persatuan.

Namun, jauh sebelum itu, pada 13 Desember 1957, Soekarno telah mencetuskan Deklarasi Djuanda. Deklarasi bersejarah ini menyatakan bahwa laut di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau Indonesia merupakan satu kesatuan wilayah kedaulatan NKRI. Pernyataan ini menjadi tonggak perjuangan Indonesia dalam memperjuangkan konsep negara kepulauan di forum internasional.

Pengakuan resmi pun datang pada 1964, ketika pemerintah menetapkan tanggal 23 September sebagai Hari Maritim Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 249 Tahun 1964. Sejak saat itu, peringatan ini dijadikan simbol tekad bangsa untuk terus menjaga kedaulatan maritim serta memanfaatkan potensi besar laut Indonesia secara bijak.

Tema Hari Maritim Nasional 2025

Melansir akun resmi @musemkebaharianjkt, perayaan Hari Maritim Nasional 2025 mengusung tema “Kenduri Bahari: Kembali ke Bangsa Samudera.” Tema ini sarat makna, karena “kenduri” melambangkan rasa syukur atas anugerah samudera yang dimiliki Indonesia, sementara “kembali ke bangsa samudera” adalah ajakan untuk meneguhkan identitas sebagai bangsa maritim yang tumbuh dan berjaya berkat laut.

Momentum ini diharapkan mampu mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa laut bukan hanya sumber pangan dan jalur transportasi, tetapi juga simbol kedaulatan dan masa depan bangsa. Dengan lebih dari 17 ribu pulau, posisi Indonesia sangat strategis dan kaya akan potensi ekonomi maritim yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.

Dengan demikian, Hari Maritim Nasional bukan hanya perayaan tahunan, melainkan panggilan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga warisan bahari, memperkuat identitas maritim, dan mewujudkan kejayaan bangsa di samudera dunia.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU