HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) akan segera melakukan persiapan guna menyongsong penyelenggaraan haji 1445 Hijriah atau 2024 Masehi. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah terkait penambahan petugas haji.
Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas menilai, penambahan petugas penting untuk dilakukan, mengingat proporsi antara petugas dan jemaah haji yang terbilang masih sangat tidak seimbang.
“Saat ini, komparasinya satu petugas dibanding 50 jemaah, tentu sulit. Padahal, petugas juga tersebar di berbagai tempat, Daerah Kerja Bandara, Makkah, dan Madinah,” ujar Menag Yaqut dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Jumat (7/7).
Dia menyebut, komparasi yang tidak seimbang itu membuat beban kerja para petugas semakin berat. Bahkan, katanya, banyak petugas yang mengerjakan hal-hal di luar tanggung jawabnya.
“Misalnya, saya lihat beberapa teman-teman media di Mina harus menggendong jemaah,” katanya.
Oleh sebab itu, Menag Yaqut mengatakan, pihaknya akan melakukan negosiasi lebih lanjut dengan pemerintah Arab Saudi perihal kuota petugas pada pelenyelenggaraan haji di tahun depan.
“Kami kemarin ketika ketemu dengan Menhaj Saudi Tawfiq F Al Rabuah, saya sampaikan bahwa kuota petugas yang diberikan kepada Indonesia ini masih jauh dari ideal. Sehingga perlu ditambah,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan Ketua Umum GP Ansor itu akan mengupayakan agar kuota petugas yang diberikan ke depan tidak berdasarkan proporsi, tetapi berdasarkan pada kebutuhan.
“Misalnya kebutuhan di Armuzna itu akan berbeda dengan kebutuhan di luar Armuzna. Nanti ke depan kita akan ikhtiarkan, bicarakan dengan pemerintah Arab Saudi bagaimana petugas di Armuzna ya dia hanya bertugas di saat itu saja. Setelah Armuzna, dia bisa kembali ke Tanah Air,” tukas Menag Yaqut.



