Temuan itu menjadi salah satu bagian paling mencolok dari barang yang disebut berada di ruang brankas rumah Febrie.
Koper berikutnya menyimpan uang tunai dalam mata uang asing.
Koper ketiga merupakan koper hitam merek Samsonite.
Jaksa menyebut terdapat USD2,67 juta yang tersusun dari 26.700 lembar pecahan USD100.
Selain dolar AS, koper tersebut juga berisi SGD2,4 juta dalam pecahan SGD1.000 serta SGD1.600 dalam pecahan SGD100.
Isi koper keempat juga tidak kalah besar, koper berwarna putih itu disebut menyimpan SGD1,44 juta pecahan SGD1.000, SGD550 ribu pecahan SGD100, serta USD1,46 juta pecahan USD100.
Daftar isi berlanjut pada koper kelima, koper cokelat merek Tumi tersebut berisi USD444.300, SGD350 ribu, dan SGD2,899 juta.
Koper keenam berupa koper hitam merek Polo Expley.
Di dalamnya terdapat SGD996.800 dalam pecahan SGD100.
Sementara koper ketujuh merupakan koper hitam merek Lojel.
Jaksa menyebut isinya terdiri atas SGD3,81 juta, SGD278 ribu, SGD130 ribu, USD689.300, serta SGD2.000.
Lokasi penyimpanan tujuh koper itu juga menjadi perhatian.
Jaksa menyebut ruang brankas berada di rumah Febrie di kawasan Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Ruangan tersebut disebut hanya dapat diakses oleh Don Ritto.



