JAKARTA – Bencana banjir merendam ribuan rumah warga yang ada di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara semenjak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir ini terjadi akibat meluapnya sungai Sesayap dan Bengalun.
“Kondisi tersebut membuat permukiman di tiga desa, yakni Desa Malinau Kota, Malinau Seberang, dan Respen Tubu terendam banjir,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (17/5).
Abdul mengatakan bahwa banjir yang berisikan material seperti kayu, ranting, dan lumpur ini berdampak pada 2.058 KK atau 6.694 jiwa.
“Selain itu, kerugian materil tercatat ada tujuh unit fasilitas ibadah terdampak, 11 unit fasilitas pendidikan terdampak, lima unit faskes, dan dua unit kantor terdampak,” jelasnya.
Abdul menyebut bahwa air sudah berangsur surut di sebagian wilayah, meski demikian, BPBD setempat bersama tim gabungan masih bersiaga dan mengimbau warga untuk tetap waspada.
Menyikapi bencana tersebut, Abdul terus mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu siap siaga dan waspada. Meskipun memasuki musim pancaroba, potensi bencana hidrometeorologi tetap perlu diwaspadai.
“Pantau informasi cuaca dan iklim dari dari laman resmi pemerintah,” imbaunya.




