HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pangkalan TNI AU Lanud Raden Sadjad (RSA) Ranai, Natuna, terus perkuat standar keselamatan penerbangan. Upaya itu dengan meningkatkan pengawasan terhadap potensi benda asing di area operasional bandara militer.
Langkah tersebut ditandai dengan pemasangan simbolis plang pemeriksaan Kerusakan Oleh Benda Asing atau KOBA/FOD oleh Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, di Lanud RSA Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Kegiatan itu turut didampingi sejumlah pejabat Lanud RSA, di antaranya Kadisops Lanud RSA Kolonel Pnb Dion Aridito, Kadislog Kolonel Kal Julianto, Kasi Fasint Letkol Sus Hermanto, serta unsur Dansathanlan, Dansatpomau, Kalambangja, Kakum, dan Ka GPL.
Pemasangan plang dilakukan sebagai pengingat bagi seluruh personel dan pengendara kendaraan operasional agar selalu melakukan pemeriksaan KOBA/FOD sebelum memasuki area apron maupun landasan pacu pesawat.
Dalam dunia penerbangan, benda asing yang berada di apron atau runway dikenal sebagai Foreign Object Debris (FOD). Keberadaan benda asing sekecil apa pun dinilai berpotensi membahayakan operasional penerbangan dan menyebabkan kerusakan pesawat atau Foreign Object Damage.
Maka itu, seluruh kendaraan roda dua maupun roda empat yang akan memasuki area main apron dan runway diwajibkan menjalani pemeriksaan menyeluruh.
Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede menyampaikan keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab seluruh personel tanpa terkecuali.
“Pemeriksaan KOBA/FOD ini merupakan langkah preventif untuk meminimalisir risiko gangguan keselamatan penerbangan serta membangun disiplin personel dalam menjaga area operasional tetap aman dan bersih,” kata Onesmus, dalam keterangan TNI AU, dikutip pada Minggu, (24/5/2026).
Menurutnya, budaya disiplin dalam menjaga kebersihan dan keamanan area operasional harus terus ditanamkan. Hal itu terutama di wilayah strategis seperti Natuna yang memiliki aktivitas penerbangan militer cukup tinggi.
Melalui pemasangan plang pemeriksaan KOBA/FOD tersebut, Lanud RSA berharap kesadaran seluruh personel terhadap standar keselamatan penerbangan semakin meningkat sekaligus memperkuat budaya kerja yang tertib dan profesional di lingkungan TNI AU.



