Banjir Masih Menghantui Sejumlah Wilayah di Indonesia

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir hingga saat ini masih terus menerus melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, bencana banjir pertama diketahui terjadi di Kbupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Banjir terjadi sejak Jumat (2/1) dan melanda 4 nagari di 3 kecamatan, meliputi Nagari Sikabu Lubuak Aluang, Kecamatan Lubuak Aluang, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Nagari Kampung Galapuang Ulakan dan Nagari Sungai Gimba Ulakan di Kecamatan Ulakan Tapakih.

“Akibat banjir ini sebanyak 50 unit rumah terendam dengan jumlah warga terdampak sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) atau 80 jiwa,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Minggu (4/1).

Abdul memastikan bahwa BPBD Kabupaten Padang Pariaman melakukan evakuasi dan mendirikan pengungsian di sebuah musala dan sekolah TK di Nagari Kampuang Galapuang. Selain itu, dua unit tenda pengungsian juga telah didirikan di Nagari Sikabu Lubuak Aluang dengan kapasitas 50 KK.

Banjir rob diketahui juga melanda Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Sabtu (3/1). Banjir yang dipicu oleh kenaikan permukaan air laut yang kemudian menggenangi permukiman warga ini berdampak pada empat desa di dua kecamatan yakni Desa Legonkulon, Legon Wetan, dan Mayang di Kecamatan Legonkulon serta Desa Muara di Kecamatan Blanakan.

“Sebanyak 1.865 KK atau sejumlah 6.576 jiwa terdampak. Banjir ini juga menyebabkan 1.515 unit rumah tergenang banjir,” ujarnya.

“Adapun ketinggian muka air mulai dari 20 hingga 70 sentimeter,” sambungnya.

Banjir diketahui juga telah melanda dua kota di Banten yakni Kota Cilegon dan Kabupaten Pandeglang. Untuk di Kota Cilegon, banjir yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi ini terjadi pada Jumat (2/1).

Akibatnya, 3 kelurahan di 3 kecamatan terdampak banjir yang meliputi Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, dan Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan.

Banjir tersebut juga menyebabkan 486 KK atau sejumlah 1.208 jiwa terdampak yang rumahnya tergenang banjir. Hingga Sabtu (3/1) banjir masih merendam permukiman warga.

Di Kabupaten Pandeglang, banjir yang terjadi diakibatkan oleh meluapnya sungai yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah, pada Sabtu (3/1).

Banjir juga menyebabkan 2.001 KK di 14 desa di 6 kecamatan terdampak banjir dengann ketinggian muka air mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

Di Kalimantan Barat, banjir melanda Kabupaten Sambas, pada Jumat (2/1). Banjir ini terjadi akibat debit sungai Asuansang meluap dan menggenangi permukiman warga di Desa Tempapan Hulu dan Sijang, Kecamatan Galing.

Banjir yang juga dipicu oleh curah hujan tinggi ini juga mengakibatkan 220 KK atau 1.100 jiwa terdampak yang rumahnya tergenang banjir. Selain itu 2 fasilitas ibadah juga terdampak.

Hingga Sabtu (3/1) banjir belum surut dengan ketinggian muka air mulai dari 1 hingga 1,5 meter. BPBD setempat telah melakukan kaji cepat dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronald Steven
Tim Penulis & Editor
Ronald Steven
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU