Banjir Hingga Longsor Kompak Landa Morowali Utara

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana alam berupa banjir dan longsor bertubi-tubi melanda Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah sejak beberapa hari yang lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, kejadian banjir melanda Kabupaten Morowali Utara.

“Hujan di daerah hulu Sungai Siombo dan Sungai Parigi menyebabkan debit air meningkat dan merendam sejumlah wilayah, termasuk Desa Kalombang, Kecamatan Bungku Utara,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (28/7).

Bencana itu menyebabkan setidaknya sebanyak 203 KK atau 504 jiwa dan 168 unit rumah terdampak. Kendati demikian, Abdul memastikan bahwa kondisi banjir saat ini telah surut.

Masih di Kabupaten Morowali Utara, tanah longsor terjadi di Desa Salubiro dan Desa Lemowalia, Kecamatan Bungku Utara. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Swuya meluap dan mengikis tanah tebing di samping jalan.

“Dilaporkan tebing setinggi tiga meter runtuh dan menyebabkan akses jalan Desa Lemowalia–Salubiro terputus. Sekitar 627 KK atau 2.104 jiwa masih terisolir dan dalam pendataan lebih lanjut,” jelasnya.

Abdul mengungkapkan bahwa kedua desa masih terisolir dan kendaraan roda dua belum dapat melintas di lokasi kejadian.

“Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah pembuatan jembatan darurat,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem pada periode 27 hingga 29 Juli 2026. Beberapa wilayah yang berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang antara lain Provinsi Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Papua Pegunungan, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan dan Sumatra Utara.

Adapun wilayah lainnya yang juga didominasi akan mengalami curah hujan dengan kategori rendah pada Dasarian III Juli 2026 (21 – 30 Juli 2026) meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, Papua Tengah dan Papua Selatan.

Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera lapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

“Jika wilayah tempat tinggal dilanda hujan dengan intensitas tinggi selama kurang lebih satu jam dan membatasi jarak pandang, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dapat segera evakuasi tempat yang lebih aman,” imbaunya.

“Sementara itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar mewaspadai tanda-tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan pada tanah atau bangunan, pohon atau tiang yang mulai miring, serta suara gemuruh dari arah lereng. Apabila kondisi membahayakan, masyarakat diimbau segera melakukan evakuasi dan mengikuti arahan pemerintah daerah maupun petugas di lapangan,” tambahnya.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronald Steven
Tim Penulis & Editor
Ronald Steven
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU