Banjir Bandang Terjang Perbatasan Nepal-China, Ratusan Orang Masih Hilang

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tim penyelamat bersama personel militer Nepal masih melakukan pencarian terhadap ratusan orang yang dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang kawasan pegunungan di perbatasan Nepal dan China. Bencana tersebut terjadi setelah runtuhnya gletser memicu aliran air bercampur lumpur dalam jumlah besar pada Rabu (26/8).

Aliran banjir yang membawa material lumpur dan puing-puing menerjang sejumlah permukiman dengan ketinggian mencapai beberapa lantai. Rekaman yang beredar memperlihatkan warga berusaha menyelamatkan diri sebelum derasnya air menyapu bangunan dan jembatan.

Otoritas Nepal dan China melaporkan sedikitnya 390 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sementara itu, lebih dari 1.400 orang masih dinyatakan hilang, termasuk warga asing dan para peziarah. Ratusan warga lainnya terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka akibat wilayah terdampak banjir.

Kawasan lembah Himalaya menjadi salah satu wilayah yang rentan terhadap banjir dan tanah longsor. Wilayah tersebut merupakan rumah bagi sejumlah puncak tertinggi di dunia serta gletser yang terus mengalami pencairan, yang semakin sering terjadi seiring dampak perubahan iklim.

Kerusakan parah terlihat di sejumlah wilayah Nepal. Distrik Nuwakot, salah satu daerah yang terdampak, dipenuhi lumpur dan material sisa banjir. Puing-puing bahkan terlihat tersangkut di pepohonan, sementara para penyintas harus melewati kawasan yang tertutup lumpur.

Di wilayah Tibet, China, sebuah jalan dua lajur yang berada di sepanjang sungai dilaporkan tertutup material banjir. Rekaman udara juga memperlihatkan terbentuknya sebuah danau di sekitar perbatasan Nepal-China yang terus meluas. Kondisi tersebut membuat otoritas setempat memperingatkan kemungkinan jebolnya bendungan alami.

Seorang warga Nepal yang tinggal di New York, Rajan Tamang, mengatakan dirinya mendapat kabar dari keluarga di Kathmandu bahwa ibu dan saudara perempuannya menjadi korban dalam bencana tersebut. Sejumlah kerabat dan teman lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

“My family was just waking up, and they didn’t even get any information, and suddenly this flood came. Some of them are missing, some of them lost their life and only a few is alive,” kata Tamang kepada The Associated Press.

Jalan dan Jembatan Rusak, Helikopter Dikerahkan

Upaya pencarian dan evakuasi menghadapi kendala karena sejumlah akses menuju wilayah terdampak mengalami kerusakan. Kepolisian Nepal melaporkan sedikitnya 389 orang meninggal dunia, lebih dari 460 orang mengalami luka-luka, sementara sekitar 910 orang masih dinyatakan hilang.

Di Tibet, otoritas setempat melaporkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan 558 orang lainnya masih hilang.

Koordinator Residen PBB di Nepal, Lila Pieters Yahia, mengatakan pemerintah Nepal telah mengerahkan lebih dari 30.000 personel keamanan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban.

Lebih dari 35 jembatan dilaporkan hancur dan sekitar 40 kilometer jalan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat tim penyelamat kesulitan menjangkau sejumlah wilayah yang terisolasi.

Karena akses darat terganggu, militer Nepal mengerahkan helikopter untuk melakukan evakuasi. Juru bicara militer Nepal Brigjen Raja Ram Basnet mengatakan lebih dari 100 orang telah berhasil diselamatkan menggunakan helikopter.

Tim militer juga mengevakuasi sejumlah orang yang terjebak di fasilitas yang berkaitan dengan proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli. Puluhan korban luka kemudian diterbangkan menuju Kathmandu untuk mendapatkan perawatan medis.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU