Sementara sebagai Menko, ia harus melihat persoalan dari sudut yang lebih luas.
Bukan hanya soal tambang, ada industri, investasi, energi, bahan baku, infrastruktur, sampai dampak ekonomi yang harus dipertemukan dalam satu kebijakan.
Pembentukan Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai agenda lintas sektor.
Target akhirnya bukan sekadar membuat lebih banyak pabrik.
Pemerintah ingin agar pengolahan sumber daya di dalam negeri mampu menciptakan nilai tambah, membuka aktivitas industri, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja.
Namun, semua itu kembali pada satu hal: eksekusi.
Kini, Bahlil mendapat tugas untuk memastikan rantai panjang tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri.
Dari bahan baku sampai menjadi produk bernilai tambah, dari kebutuhan energi hingga investasi, semuanya harus terhubung.
Dan untuk Bahlil, pekerjaan baru ini jelas bukan cuma soal mengurusi tambang.



