Dalam materi sumber, Bagnaia menilai kemunduran performa motor dalam dua tahun terakhir semakin terasa ketika dirinya berlomba di sirkuit tersebut.
Kesulitan mendapatkan grip dan feeling membuatnya belum mampu memaksimalkan potensi motor sepanjang akhir pekan.
Meski sempat lolos langsung ke Q2, hasil itu belum berbuah positif dalam balapan. Finis kedelapan di Sprint Race dan kecelakaan pada balapan utama menjadi gambaran sulitnya akhir pekan Bagnaia di Indonesia.
Bagi Bagnaia, persoalan yang dirasakannya bukan sekadar soal kecepatan. Ia juga membutuhkan rasa percaya diri terhadap motor agar bisa mendorong performa tanpa kehilangan kendali di lintasan.



