Kelompok berikutnya adalah lanjut usia atau lansia.
Seiring bertambahnya usia, fungsi sejumlah organ dan sistem kekebalan tubuh dapat mengalami penurunan. .
Kondisi ini membuat tubuh lansia lebih sulit menghadapi peradangan pada saluran pernapasan akibat polusi dan asap.
Apalagi jika lansia sudah memiliki penyakit penyerta. Paparan asap dalam waktu lama dapat membuat kondisi kesehatan lebih mudah memburuk.
Ibu hamil juga nggak boleh menganggap remeh kabut asap karhutla.
Paparan karbon monoksida dan partikel halus dari asap dapat memengaruhi pasokan oksigen dalam darah.
Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan ibu maupun perkembangan janin.
Karena itu, ibu hamil sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara sedang buruk dan menggunakan perlindungan yang sesuai ketika harus keluar rumah.
- Penderita Asma dan PPOK
Kelompok yang tak kalah berisiko adalah orang dengan penyakit pernapasan, terutama penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Udara yang tercemar asap dapat menjadi pemicu munculnya sesak napas, batuk, mengi hingga memperburuk kondisi penyakit yang sudah ada.




