JAKARTA – Krisis striker sampai saat ini jadi PR untuk Arsenal, Manajer Mikel Arteta pun mengakui bahwa sulit untuk mendatangkan pemain nomor 9 yang tajam dan subur gol.
Arsenal kini kian mendapat desakan untuk mendatangkan striker tajam. Hal itu semakin mencuat usai The Gunners tersingkir dari Liga Champions 2024/2025.
Terhempasnya Arsenal dari Liga Champions itu membuat skuad asuhan Mikel Arteta dipastikan kembali puasa gelar untuk musim ini. Terakhir kali Bukayo Saka cs mengangkat trofi yaitu pada tahun 2020, dimana mereka juara Piala FA.
Sejumlah nama striker pun diisukan jadi incaran Arsenal, seperti hal nya Viktor Gyokeres, Benjamin Sesko hingga Alexander Isak.
Sejatinya pada bursa transfer Januari lalu, Arsenal kabarnya nyaris mendapatkan Ollie Watkins dari Aston Villa, namun gagal terealisasi.
Pertanyaan seputar mendatangkan striker baru pun kembali menghampiri Arteta, ia pun menjawab bahwa dirinya memang ingin skuad terbaik nan subur di lini depannya.
“Apakah saya harus membuatnya lebih jelas? Di bulan Januari itu jelas atau tidak? Saya sudah bilang, karena anda juga ada pada saat itu. Saya rasa sudah berkali-kali dan itu pernyataan yang sangat jelas. Pernyataan itu melanjutkan hal yang sama,” ucap Arteta, seperti dikutip Holopis.com.
“Saya ingin tim terbaik, pemain terbaik. Jika kami memiliki tiga pencetak gol lebih dari 25 gol, bawa mereka, dan kami akan jadi tim yang jauh lebih baik,” tambahnya.
Arteta juga mengakui ada kesulitan tersendiri dalam mendatangkan striker top. “Mungkin, karena tidak banyak yang mencapai angka-angka seperti itu. Ini adalah sesuatu yang ada dalam statistik. Tidak banyak di Liga Inggris,” ujarnya lagi.
“Saya akan mencoba untuk meningkatkannya, tapi tentu saja juga meningkatkan pemain yang kami miliki sekarang dan mencintai apa yang kami miliki sekarang,” tambahnya.
“Terutama setelah kalah, terlalu mudah untuk pergi dan melihat ke tempat lain dan tidak menggunakan momen tersebut untuk menilai pemain secara khusus,” sambungnya.
“Karena saya sering mendapat pertanyaan terkait pemain tertentu di ruangan ini, selalu dalam momen-momen tertentu juga,” tukasnya.
“Namun, ketika pemain lain mengungguli pemain lain yang sedang kami bahas, saya tak memiliki pertanyaan dalam 11 bulan terakhir. Itu semua tergantung konteks, momen dan narasi yang ingin anda buat. Saya memahami hal itu,” imbuhnya.



