Ini Program yang Ikut Mewarnai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ternyata ikut mewarnai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026. Kedua program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut tercermin dalam peningkatan belanja pemerintah hingga aktivitas pembangunan sektor konstruksi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 5,04 persen.

Salah satu komponen yang mengalami peningkatan cukup signifikan adalah konsumsi pemerintah. Pada periode tersebut, pertumbuhannya mencapai 8,95 persen, naik dari 5,66 persen pada kuartal III-2025.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut tidak lepas dari realisasi belanja pemerintah, mulai dari belanja pegawai hingga program yang manfaatnya disalurkan langsung kepada masyarakat.

Belanja MBG Ikut Menggerakkan Ekonomi

Salah satu program yang masuk dalam komponen belanja pemerintah adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).

BPS melihat peningkatan realisasi belanja barang dan jasa, terutama belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat, ikut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan konsumsi pemerintah.

“Hal ini sejalan dengan meningkatnya realisasi belanja pegawai terutama pada gaji dan tunjangan ASN, serta meningkatnya realisasi belanja barang dan jasa utamanya pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelas Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11).

Dengan demikian, aktivitas belanja yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG turut tercermin dalam perhitungan ekonomi nasional.

Pembangunan KDKMP Ikut Dongkrak Sektor Konstruksi

Selain MBG, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang tercermin dalam pertumbuhan sektor konstruksi.

BPS mencatat sektor konstruksi tumbuh 6,42 persen secara tahunan pada kuartal III-2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,21 persen.

Menurut Edy, peningkatan ini terutama berkaitan dengan pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintah maupun swasta.

Beberapa di antaranya termasuk pembangunan KDKMP, perumahan rakyat, sekolah rakyat, sekolah Garuda, hingga revitalisasi sekolah.

“Kenaikan ini utamanya didorong oleh pembangunan proyek infrastruktur oleh pemerintah dan swasta, termasuk pembangunan program prioritas pemerintah seperti KDKMP, perumahan rakyat, sekolah rakyat, sekolah garuda, dan revitalisasi sekolah,” ungkap Edy.

Konstruksi Sumbang 0,62 Persen Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan sektor konstruksi juga memberikan kontribusi tersendiri terhadap perekonomian nasional.

BPS mencatat sektor ini menyumbang 0,62 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026.

Kontribusi tersebut menempatkan konstruksi sebagai salah satu dari empat lapangan usaha dengan sumbangan terbesar terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!