Viral Jakarta Disebut Siaga 1, Pramono Ungkap Hal yang Sebenarnya Terjadi

Pramono Anung Wibowo memastikan DKI Jakarta masih aman kondusif. Tidak ada gejolak dan potensi untuk menjadikan Ibukota Indonesia tersebut menjadi SIAGA 1.

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kabar mengenai Jakarta yang disebut berstatus Siaga 1 ramai beredar di media sosial menyusul informasi pengerahan puluhan ribu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Ibu Kota pada Rabu (4/11). Menanggapi kabar tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya buka suara dan memastikan belum ada penetapan status Siaga 1 yang dikoordinasikan kepadanya.

Pramono menegaskan, sebagai gubernur, dirinya akan menerima pemberitahuan apabila Jakarta benar-benar ditetapkan dalam kondisi Siaga 1. Namun, hingga Kamis (5/11), ia mengaku belum mendapatkan informasi maupun koordinasi mengenai penetapan status tersebut.

“Karena apa pun sebagai gubernur, kalau ada Siaga 1 pasti saya dikoordinasikan,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip Holopis.com, Kamis (5/11).

Ia juga memastikan aktivitas pemerintahan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta masih berjalan normal. Pernyataan tersebut disampaikan setelah dirinya menghadiri rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta yang membahas sejumlah agenda, termasuk mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.

“Tapi sampai hari ini enggak ada wong kita juga rapat baik-baik aja,” lanjut Pramono.

Sementara itu, kabar mengenai Jakarta Siaga 1 mencuat setelah beredar informasi pengerahan sekitar 20.980 personel TNI Angkatan Laut (AL) ke wilayah Jakarta pada Rabu (4/11). Pengerahan tersebut merujuk pada Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, pengerahan personel tersebut dilakukan secara bertahap. Sebanyak 2.100 personel berasal dari satuan yang telah berada di wilayah Jakarta, sementara 5.740 personel lainnya didatangkan dari luar daerah. Adapun 13.140 personel disiapkan di markas masing-masing untuk menunggu perintah pergerakan lebih lanjut.

Menanggapi kabar yang berkembang, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menjelaskan bahwa pengerahan prajurit merupakan bagian dari prosedur kesiapsiagaan untuk menjalankan tugas negara dan menjaga stabilitas keamanan.

Ia sekaligus meluruskan informasi mengenai tingkat kesiagaan militer yang berlaku saat ini. Menurutnya, kondisi kesiapsiagaan TNI masih berada pada level Siaga 3 atau tingkat dasar.

“Siaga 3 merupakan tingkat dasar, sementara Siaga 1 merupakan tingkatan tertinggi yang hanya diterapkan saat terjadi kondisi darurat atau eskalasi krisis tertentu,” ujar Nas.

Dengan penjelasan tersebut, pengerahan personel TNI ke Jakarta tidak serta-merta menunjukkan adanya penetapan status Siaga 1. TNI menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari kesiapsiagaan operasional dalam menjalankan tugas negara.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!