HOLOPIS.COM, JAKARTA – Salam tiga jari mendadak teracung di depan Menteri Hukum Supratman. WNI Hong Kong pun membongkar sederet persoalan pelik PMI.
Aksi tak biasa terjadi dalam dialog terbuka antara perwakilan Warga Negara Indonesia (WNI) di Hong Kong dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.
Seorang perwakilan komunitas WNI mengacungkan salam tiga jari tepat di hadapan sang menteri.
Gestur tersebut bukan sekadar simbol, tetapi menjadi luapan kekecewaan terhadap sederet persoalan yang selama ini membelit pekerja migran Indonesia (PMI).
Momen itu berlangsung dalam program “Pasti Ada Solusi Episode 23 Spesial Hong Kong” yang digelar pada Minggu (1/11/2026) dan banyak tersebar di media sosial sejak Rabu (04/11/2026).
Dalam forum tersebut, perwakilan komunitas WNI menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian memadai, mulai dari potongan gaji oleh agen, kontrak kerja bermasalah, hingga dugaan pelecehan seksual terhadap pekerja migran perempuan.
Salah satu yang menyuarakan keresahan tersebut adalah Dedi Kristanto, perwakilan komunitas Katolik Indonesia di Hong Kong.
Ia menjelaskan, salam tiga jari yang diperlihatkannya merupakan simbol protes sekaligus kekecewaan terhadap kondisi pekerja migran.
Menurut Dedi, aksi tersebut berkaitan dengan demonstrasi besar yang berlangsung pada 28 Oktober.
Sejumlah pekerja migran Indonesia, termasuk orang-orang terdekatnya, turut mengikuti aksi tersebut untuk menyuarakan persoalan yang mereka hadapi.
Salah satu masalah paling mendesak adalah potongan gaji oleh agen yang disebut mencapai enam hingga tujuh bulan gaji.
Praktik tersebut terutama dikeluhkan pekerja migran yang baru tiba di Hong Kong.
Dedi mempertanyakan kapan kebijakan zero cost atau biaya penempatan nol benar-benar diberlakukan.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!