Pakar Hukum Tata Negara sekaligus mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, melontarkan sindiran keras terkait sejumlah tokoh yang sebelumnya mendapat kepercayaan dan pujian dari Presiden Prabowo Subianto, tetapi kemudian terseret persoalan hukum.
Melalui akun X pribadinya @mohmahfudmd, Rabu (4/11/2026), Mahfud secara khusus menyinggung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disebutnya menjadi tersangka dalam perkara dugaan penyadapan terhadap kepala negara.
Mahfud menilai, posisi Listyo Sigit sebagai Kapolri dengan masa jabatan terlama, penerima Bintang Mahaputra, hingga sosok yang pernah mendapat pujian Presiden, tidak membuatnya kebal dari proses hukum.
Bahkan, ia menyindir ironi ketika Listyo yang sebelumnya mendapat apresiasi atas berbagai kinerjanya, termasuk mengerahkan jajaran Polri untuk menanam jagung, justru disebut menjadi tersangka dalam perkara yang dinilainya sebagai kejahatan paling besar sepanjang sejarah kepolisian.
“Listyo Sigit, Kapolri terlama, pernah mendapat bintang mahaputra, dipuji oleh Presiden karena bisa mengerahkan POLRI menanam jagung, bahkan oleh pimpinan Komisi III disebut polisi terbaik sepanjang sejarah ternyata jadi TSK sebagai pelaku kejahatan terjahat di sepanjang sejarah POLRI yakni menyadap kepala negaranya sendiri. Gilaaaa,” tulis Mahfud.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu kemudian menilai bahwa dalam sejumlah persoalan, Presiden Prabowo mampu menunjukkan sikap tegas, termasuk terhadap orang-orang yang sebelumnya mendapatkan kepercayaan dan pembelaan dari dirinya.
Mahfud mencontohkan Dadan Hindayana yang sebelumnya kerap mendapat pujian dan pembelaan dari Presiden, tetapi kemudian harus berhadapan dengan proses hukum terkait perkara dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia juga menyebut nama Febrie Adriansyah yang selama ini dikenal sebagai sosok pemberantas korupsi dan disebut sebagai orang kepercayaan Prabowo, tetapi akhirnya harus menghadapi proses persidangan atas dakwaan korupsi.
“Selain Listyo Sigit, ada juga Dadan Hidayana yang dulu selalu dibela dan dipuji-puji oleh Presiden akhirnya digelandang ke pengadilan karena kasus korupsi gila-gilaan di program MBG,” ujarnya.
“Febrie Adriansyah yang katanya algojo koruptor dan merupakan orang kepercayaan Prabowo akhirnya dikirim ke pengadilan karena dakwaan korupsi di atas korupsi. Banyak lagi contohnya,” sambungnya.
Dari sejumlah contoh tersebut, Mahfud kemudian menyampaikan pesan keras kepada para pejabat agar tidak menyalahgunakan kedekatan dengan Presiden sebagai alasan untuk merasa aman dari jerat hukum.
Menurutnya, kedekatan dengan kepala negara maupun jabatan strategis yang pernah diemban bukanlah jaminan seseorang akan terbebas dari konsekuensi hukum apabila melakukan pelanggaran serius.
“Jadi jangan keterlaluan berkorupsiria dan melakukan pengkhianatan, misalnya karena merasa sok dekat dengan Presiden Prabowo. Kalau Anda keterlaluan, ditindak tegas juga kan?” tegasnya.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!